Mazmur 24:1-6.
Matius 5:8. “Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.”
Dalam sebuah kesempatan, saya diminta untuk menemani tamu dari Jakarta untuk makan di sebuah tempat makan yang cukup terkenal di Bandung. Saat membayar, saya cukup dikagetkan dengan total tagihan yang cukup besar. Dan yang lebih mengagetkan saya adalah harga segelas air jeruk yang hampir menyamai harga makanan utama di tempat itu. Ternyata, segelas air jeruk tersebut benar-benar murni, artinya 100 persen berasal dari perasan buah jeruk dan tanpa penambahan air putih. Segala sesuatu yang murni memang akan bernilai lebih tinggi. Begitu juga kehidupan kita.
Seorang pengkhotbah yang cukup terkenal pernah berkata, “You are at your very best when you are holy.” Anda ada dalam kondisi terbaik Anda saat Anda hidup dalam kekudusan. Potensi Anda dapat maksimal berkembang dan Anda dapat dipakai oleh Allah secara luar bisa saat Anda menjaga hidup Anda dari kecemaran. Anda akan peka mendengar suara Allah saat hati Anda bersih. Kekudusan membuat Anda bisa bebas berkomunikasi dengan Allah tanpa ada rasa tertuduh atau bersalah
Nilai diri Anda yang tinggi akan membuat orang lain memperlakukan dengan penuh hormat dan tidak sembarangan. Seorang pria yang menjaga hidupnya suci dengan sendirinya akan membuat orang-orang menghormatinya. Seorang wanita yang menjaga kekudusan hidup akan membuat orang lain segan untuk bertindak kurang ajar. Kekudusan membuat seorang pemimpin dapat memimpin dengan bebas dari tuduhan dan skandal. Kekudusan membuat kita menjadi manusia yang berotoritas. Kekudusan membuat Anda dan saya bebas mendemonstrasikan kuasa Allah di tengah-tengah umat Tuhan. Kekudusan juga membuat kehadiran Allah dapat dirasakan oleh orang lain.
Mari, jagalah hidup kita agar tetap kudus, suci dan tidak bercela, agar kehadiran Allah dalam hidup Anda tidak hanya sungguh-sungguh dapat Anda lihat dan rasakan, tetapi juga dapat dirasakan dampaknya oleh orang-orang di sekitar kita.
Doa: “Ya Roh Kudus, sucikanlah hati dan pikiran kami senantiasa dengan firman Tuhan dan mampukan kami untuk hidup dalam ketaatan dan takut akan Tuhan. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
