
TUJUAN
Lukas 23:35-37, 39
Lukas 23:39. “Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: “Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!”
Ketika tergantung di kayu salib, para pemimpin Yahudi mengejek, para prajurit mengolok-olok dan salah seorang penjahat menghujat ketidakmampuan-Nya menyelamatkan diri-Nya sendiri. Yesus memang telah membuktikan, bahwa Ia mampu membebaskan rakyat Yahudi dari berbagai masalah sosial seperti penyakit dan pangan. Namun, mengapa sekarang Ia tidak berdaya dan tergantung di kayu salib? Sungguh alangkah luar biasanya, walaupun Tuhan Yesus mendapatkan ejekan, olok-olok dan hujatan, Dia tetap tegar dan bersikukuh, bahwa ia akan tetap melanjutkan bertahan dan rela untuk membayar harga demi melakukan kehendak Bapa di sorga. Itulah yang dilakukan oleh Tuhan Yesus.
Tujuan hidup Tuhan Yesus bukan untuk diri-Nya sendiri, tetapi melakukan kehendak Bapa, oleh sebab itu sebagai pengikut Kristus kita juga seharusnya mempunyai tujuan hidup seperti Tuhan Yesus. Kita bukan hanya sekadar memperoleh kenyamanan, tetapi hidup bagi Kristus apa pun harganya. Itulah ciri dari seorang pengikut Kristus yang sejati.
Hal itulah yang harus menjadi salah satu pembeda bagi pengikut Kristus yang sejati. Artinya, dari tujuan hidupnya kita dapat menilai kesungguhan hati seseorang dalam mengikut Kristus. Pengikut Yesus yang semu, alias tidak sejati, akan hidup bagi kepentingan dirinya sendiri. Ia akan hidup semata-mata untuk kenyamanan dirinya. Namun tidak demikian halnya dengan pengikut Kristus yang sejati. Ia akan mengikuti kehendak Tuhan, yaitu hidup untuk memuliakan nama-Nya, berapa pun harga yang harus dibayar untuk itu. Hanya dengan demikianlah ia dapat sungguh-sungguh hidup sebagai seorang pengikut Kristus.
Doa: “Tuhan Yesus, tolonglah diriku untuk setia kepada tujuan hidupku apa pun harga yang harus kubayar. Dengan demikian barulah hidupku akan menjadi persembahan yang harum dan berkenan kepada-Mu. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung