Renungan Harian (14 Agustus 2015)

imagesKUDUS

Kolose 1:1-14

Kolose 1:10. “Sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah,”

Rasul Paulus sering menyebut orang-orang percaya sebagai “saudara-saudara yang kudus” (Ef. 1:1, Kol. 1:2). Apakah mereka disebut sebagai orang kudus karena mereka adalah manusia yang sempurna? Tentu saja tidak. Mereka adalah manusia biasa yang memiliki kelemahan dan dosa. Lalu apa dimaksud Paulus dengan sebutan “saudara-saudara yang kudus?”

Istilah orang kudus dalam Perjanjian Baru berarti, bahwa seseorang telah dipisahkan bagi Allah, atau memiliki kesatuan rohani dengan Kristus (Ef. 1:3-6). Istilah orang kudus sama artinya dengan seseorang yang telah bertobat dan menerima pengampunan lewat darah Anak Domba, karena ia telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya.

Dengan demikian, kita yang telah dikuduskan bagi Allah memiliki tanggung jawab untuk hidup sesuai dengan pangiilan kita. Hal ini termasuk dengan tidak lagi melakukan hal-hal yang jahat yang dulu biasa kita lakukan, seperti: mengucapkan kata-kata kasar dan tak pantas, egois, garang, cabul, mencuri, berdusta, sombong dll. Sebaliknya kita harus mengenakan sifat diri yang baru dengan saling melayani (Rm. 16:2), rendah hati, sabar, taat, penguasaan diri dll.

Persekutuan kita dengan Kristus lewat peristiwa lahir baru menjadikan kita sebagai orang kudus, tetapi hanya ketaatan kepada firman-Nya yang akan membuat kita hidup di dalam kekudusan. Sebagai orang kudus, maka kita harus hidup di dalam kekudusan, jangan biarkan dosa kembali berkuasa atas kita, sehingga kita memancarkan terang Allah di tengah kegelapan dunia.

Doa: “Ya Allah, kiranya aku senantiasa hidup di dalam kekudusan-Mu, agar aku dapat memancarkan terang Kristus di mana pun aku berada. Amin.”

 

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …