
UNTUK MELAYANI, BUKAN DILAYANI
Matius 20:25-28
Matius 20:26. Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.
Berapa banyak dari kita yang dulu waktu kecil bercita-cita menjadi pelayan? Bukan ‘pelayan’ dalam arti hamba Tuhan atau pejabat pemerintahan, yang memahami diri harus ‘melayani’ orang lain, tetapi tetap menempati strata sosial yang lumayan tinggi. Mestinya tidak ada dari kita yang pernah bercita-cita mengantar pesanan, membersihkan kotoran, dll. Pekerjaan seperti ini dipandang tak bergengsi.
Namun justru nas hari ini memuat dua penjungkirbalikan anggapan manusia. Pertama, Sang Mesias hadir bukan untuk memimpin pemberontakan militer yang sukses, tetapi untuk membiarkan diri ditangkap, diolok-olok, disesah dan disalibkan, dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan. Pembalikan kedua menegaskan, bahwa tidak seperti pemerintah bangsa yang menjalankan kekuasaan lewat kekerasan, mereka yang ingin menjadi terbesar di antara para murid justru mesti menjadi hamba saudara- saudaranya. Yesus menjelaskan makna perkataan-Nya di ayat 22-23 sekaligus mengecam ketidakmauan para murid yang lain. Cawan, yang di dalam nas ini dimaknai sebagai kematian Yesus, menunjuk pada Matius 28: bahwa Yesus siap “untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” Jadi jati diri seorang murid ditentukan oleh mau tidaknya ia meneladani Tuhannya. Jika tidak, ia bukan murid Tuhan Yesus yang sejati.
Nas ini menggugat kita, apakah kita siap melayani dalam arti menjadi hamba bagi sesama tanpa menuntut penghargaan? Mungkin kita sudah melakukan pelayanan yang tepat, tetapi itu tidak cukup. Kita mesti memiliki motivasi yang benar, karena sangatlah gampang seorang Kristen terperangkap jebakan duniawi berupa melayani demi/asal dihargai. Pelayanan yang dilakukan tanpa sikap hati yang merendahkan diri dan melayani, justru menistakan teladan Yesus.
Doa: “Tuhan Yesus, bantu kami memiliki hati yang mau melayani bukan dilayani. Sehingga dalam pelayanan dan seluruh keberadaan hidup kami dapat memuliakan nama-Mu. Amin.”
Bacaan Setahun: Yohanes 17:20-26, Filipi 4:2-9, Yeremia 17:1-18, 1 Tawarikh 20:1-22:1.
Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini
GBI Pasir Koja 39 Bandung