Renungan Harian (13 Nopember 2016)

13DOA BALAP MOBIL

Mazmur 35:18

Mazmur 35:18a. “Aku mau menyanyikan syukur kepada-Mu.”

Pada setiap musim panas di sebuah desa kecil di Ingris selalu diadakan lomba mobil balap mainan. Hari ini adalah hari yang istimewa karena lomba memasuki babak final. Tersisa empat orang anak yang akan ikut dalam perlombaan ini. Semua mainan mobil balap itu adalah buatan sendiri, sebab memang begitulah peraturannya. Seorang anak bernama David, mobilnya tidak terlalu begitu istimewa, namun ia termasuk ke dalam empat anak yang masuk final. Di banding semua lawannya, mobil David adalah yang paling tidak sempurna. Mobil kayu sederhana. Tiga orang anak yang lain sepertinya meremehkan mobil mainan buatannya.

Tibalah saat yang dinantikan, kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak bersiap-siap di garis start untuk mendorong mobil mereka sekencang-kencangnya. Di setiap jalur lintasan, telah siap empat mobil dengan empat pembalap kecilnya. Sebelum perlombaan dimulai, David meminta waktu sebentar. Ia tampak berkomat kamit seperti sedang berdoa. Matanya terpejam, dengan tangan yang tertampuh memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia berkata, “Ya, siap!”

Tanda telah di mulai. Dengan hentakan yang kuat, mereka mulai mendorong mobilnya masing-masing dengan kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing. Dan ternyata, David lah pemenangnya. Ia berucap, dan berkomat kamit lagi dalam hati, “Terima kasih Tuhan.“

Saat pembagian piala tiba sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia itu bertanya, “Kamu tadi pasti berdoa kepada Tuhan, agar kamu bisa menang kan?!?

David terdiam, “Bukan Pak, bukan itu yang aku panjatkan. Sepertinya tidak adil untuk meminta kepada Tuhan untuk menolong saya agar mengalahkan orang lain. Tetapi tadi, saya hanya memohon kepada Tuhan supaya saya tidak menangis jika saya kalah.”

Menaikkan syukur dalam setiap keadaan ternyata lebih baik daripada mengeluh dan meminta agar kita ada dalam keadaan baik-baik saja. Berdoa setiap saat melatih kondisi rohani kita menjadi fit dan intim dengan Tuhan. (NK).

Doa: “Tuhan Yesus, kami mau berdoa senantiasa, supaya kondisi rohani kami tetap dalam kondisi prima karena kami intim dengan-Mu. Amin.”

 

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …