
Renungan Harian 13 Maret 2022
GAYA HIDUP PENYEMBAH Renungan Harian 13 Maret 2022
Kolose 3:5-17 Renungan Harian 13 Maret 2022
Kolose 3:9-10. “Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;
Seperti buah adalah bukti berbicara dari sebuah tanaman yang dinyatakan subur dan segar. Begitu juga seseorang yang mengaku senang tinggal di hadirat Allah mestinya memiliki hidup yang berbeda dengan mereka yang tidak. Bagaimana dunia bisa melihat perbedaannya? Tentu dari perubahan demi perubahan hidup. Menanggalkan kehidupan lama yang berakar dosa dan berpusat kepada diri sendiri dan mengenakan kehidupan baru yang berpusat pada Kristus yang adalah Tuhan/Penguasa tunggal yang pasti berakar dalam kasih.
Kalau kita menyadari, bahwa Yesus bukan hanya Juruselamat tetapi juga Tuhan, dan satu hari kelak kita harus mempertanggungjawabkan kehidupan kita kepada Tuhan, maka kesadaran itu akan mempengaruhi cara hidup, gaya hidup, tingkah laku, pikiran kita, dan perkataan kita
Seorang penyembah akan menjadi seperti yang ia sembah. Siapa yang Anda sembah hari ini? Benarkah Yesus adalah Tuhan dalam hidup kita? Seperti apakah gaya hidup seorang penyembah?
- Ia terus menerus hidup dalam persekutan dengan Tuhan. Lewat pembacaan firman Tuhan, ibadah, pujian dan penyembahan. Jangan lupa, bahwa apa yang kita isi ke dalam hati dan pikiran kita, itu yang akan memancar keluar.
- Berkomitmen untuk melakukan firman Tuhan. Bagian kita adalah mau dan Roh Kudus yang akan memampukan. Ingat selalu, bahwa hidup bukan tentang kita lagi, tetapi Kristus dan Ia mau kita menjadi berkat bagi sesama.
- Mengatakan kebenaran di dalam kasih. Jika kita dipenuhi dengan firman Tuhan dan kasih-Nya, maka perkataan kita pasti perkataan yang menjadi berkat dan membangkitkan kekuatan dan menginspirasi orang lain untuk hidup lebih dekat dengan Allah. Minta hikmat Tuhan terlebih dahulu sebelum kita mengatakan sesuatu, agar perkataan kita menjadi berkat dan memuliakan Tuhan.
Doa: “Biarlah hidupku memuliakan-Mu, Bapa. Amin.”
Bacaan Setahun: Bilangan 24-25; Markus 10:32-52.
Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini
[DISPLAY_ULTIMATE_SOCIAL_ICONS]
Doa: “Tuhan Yesus, kami mau menabur apa yang ada pada kami, karena kami mengasihi-Mu dan percaya kepada-Mu.Doa: “Tuhan Yesus, kami mau menabur apa yang ada pada kami, karena kami mengasihi-Mu dan percaya kepada-Mu.Doa: “Tuhan Yesus, kami mau menabur apa yang ada pada kami, karena kami mengasihi-Mu dan percaya kepada-Mu.Doa: “Tuhan Yesus, kami mau menabur apa yang ada pada kami, karena kami mengasihi-Mu dan percaya kepada-Mu.
GBI Pasir Koja 39 Bandung