Matius 18:21-35
Matius 18:33. “Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?”
Perumpamaan yang Yesus gunakan sangatlah ekstrim, karena jumlah 10.000 talenta adalah uang yang terlalu banyak jumlahnya. Perintah sang raja untuk menjadikan isteri dan anak-anak hamba tersebut menjadi budak merupakan sebuah ekspresi dari kemarahannya karena hambanya telah berhutang terlalu banyak. Jika hamba itu harus bekerja menjadi budak, maka hutang tersebut baru akan terbayar selama 250.000 tahun. Jika saja ia harus bekerja, isterinya harus bekerja, dan ia mempunyai 3 anak yang bisa bekerja, maka mereka berlima akan bekerja selama 50.000 tahun barulah hutang itu terlunasi, dan tentu saja hal ini mustahil. Meresponi kasus ini Yesus mengatakan bahwa raja itu berbelas kasihan kepada hambanya itu setelah ia memohon pengampunan.
Setelah menerima pengampunan yang tidak terkira besarnya, hamba itu bertemu dengan hamba yang lain dan berhutang kepadanya sebesar 100 dinar. Angka ini sebenarnya tergolong besar, yakni sama dengan gaji kerja 100 hari, namun jika dibandingkan dengan hutangnya kepada raja sangat jauh sekali perbedaannya (sebagai perbandingan 1 talenta = 6000 dinar). Hamba ini adalah hamba yang jahat dan tidak mengenal belas kasihan. Ia diampuni 10.000 talenta yang tidak mungkin ia bayar bagaimanapun cara dan usahanya, tetapi ia tidak mau bersabar kepada temannya yang sebenarnya masih mungkin sanggup membayar hutangnya.
Alvi Radjagukguk pernah mengutip sebuah idiom yang berkata, “Grace is to be paid forward.” Kasih karunia yang telah cuma-cuma kita terima, harus kita bagikan lagi kepada orang lain dengan cuma-cuma. Pay it forward adalah sebuah istilah yang berarti, bahwa jika ada sesuatu yang baik yang Anda terima, maka Anda pun membalaskannya dengan melakukan sesuatu yang baik bagi orang lain. Hiduplah sebagai agen kasih karunia yang penuh dengan kemurahan hati, tidak hanya dalam hal memberi tetapi juga dalam hal mengampuni.
Doa: “Kami telah menerima kemurahan-Mu dengan cuma-cuma, karenanya kami pun mau membagikannya dengan cuma-cuma kepada orang lain. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
