
GRACE OF GOD
1 Yohanes 5:11-12
Ibrani 12:15. Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.
Di mana kasih karunia Allah hilang, kepahitan lahir … tetapi di mana kasih karunia Allah dirangkul, pengampunan tumbuh subur … Kebencian akan merusak pandangan Anda dan mematahkan punggung Anda. Beban kepahitan terlalu berat. Lutut Anda akan tertekuk di bawah tekanan, dan hati Anda akan hancur di bawah beban. Gunung di hadapanmu cukup curam tanpa beban kebencian di punggungmu. Pilihan paling bijak – satu-satunya pilihan – adalah membuang amarah Anda. Anda tidak akan pernah dipanggil untuk memberikan kasih karunia lebih dari yang Tuhan telah berikan kepada Anda. (Max Lucado)
Banyak orang hidup terus dalam kepahitan, mereka tidak mau atau belum menerima kasih karunia yang Allah tawarkan kepadanya. Kalau ada orang Kristen sengaja menjauhkan dirinya jauh dari kasih karunia Allah, maka dia sedang menjauhkan dirinya dari semua kebaikan yang ditawarkan oleh Allah dalam hidupnya.
Kehidupan rumah tangga memang tidak selalu berjalan mulus. Ada suami istri yang saling membuka aib mereka di media sosial. Ada perbedaan pendapat antara suami istri yang menimbulkan percekcokan, anak-anak yang kehilangan kasih sayang orangtuanya, atau pun terjadi KDRT, sehingga menimbulkan kepahitan. baik itu dialami oleh si anak, istri ataupun suami, juga orang-orang sekitar kita akan merasakan dampaknya.
Mari kita melihat kembali kasih karunia yang sudah Tuhan berikan untuk kita. Dia rela mati berkorban hanya karena Dia mengasihi umat manusia, dan siapa yang percaya dan menerimanya diberi-Nya hidup kekal (Yoh. 3:36).
Bagi yang belum menerima kasih karunia Allah, buka hati dan terima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Biarkan Dia menjadi Tuhan dan memerintah dalam kehidupan, sehingga Anda dibebaskan dari segala kepahitan dan menerima kebaikan Allah selamanya.
Doa: “Kami mau hidup dalam kasih karunia-Mu, ya Allah.”
Bacaan Setahun: Lukas 19:28-48; I Korintus 7:17-34; Pengkhotbah 9; Yosua 23-24.
GBI Pasir Koja 39 Bandung