PUJIAN DAN PENYEMBAHAN
Mazmur 103:1. “Dari Daud. Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!”
Kualitas lain yang harus dimiliki setiap pria dalam Allah adalah menyukai penyembahan. Sebelum bertemu Hawa, Adam berelasi intim hanya dengan Allah. Saya percaya sebagian besar waktunya dia pakai untuk berkomunikasi dengan Allah, menyembah Dia dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan-Nya.
Laki-laki sejati senang penyembahan. Mungkin ada orang yang berkata penyembahan kurang maskulin, hanya cocok untuk para wanita. Benarkah demikian? Alkitab mencatat kalau Daud, Abraham, Yosua dan banyak tokoh Alkitab lainnya yang adalah para penyembah. Namun, mereka juga adalah pahlawan-pahlawan yang gagah perkasa; berjaya dalam medan peperangan.
Di tengah kesibukan dan tekanan jaman modern ini, di dalam ruang penyembahanlah kita menemukan tempat peristirahatan. Di sana kekuatan jiwa dan roh kita dipulihkan. Di sana juga Tuhan menunjukkan ke mana arah keluarga kita harus dibawa. Keputusan-keputusan penting yang berdampak besar bagi kehidupan keluarga, pelayanan, dan pekerjaan kita pun kerap kali terkonfirmasi lewat penyembahan.
Dengan cara bagaimanakah kita dapat menyembah Allah? Dengan menaikkan puji-pujian kepada Tuhan; bukan hanya di gereja tetapi juga di tengah kesibukan kita. Mengerjakan tugas-tugas dengan hati yang tetap terpaut pada Allah juga adalah bentuk penyembahan. Seperti Adam yang mengusahakan taman Eden dengan tetap menyadari kehadiran Allah bersamanya.
Hanya para penyembah yang beroleh hak istimewa untuk mengetahui rahasia-rahasia dalam hati Allah. Dapatkanlah rencana Allah yang besar bagi keluarga, pelayanan, dan pekerjaan Anda di ruang pujian penyembahan, karena sesungguhnya Dia selalu rindu untuk berbagi rahasia dengan kita. Haleluya!
Doa: “Kami mau senantiasa ada di hadirat-Mu karena di sanalah kami mendapatkan kekuatan dan hikmat-Mu, ya Roh Kudus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung