MATA RANTAI GENERASI
Yosua 7
Yosua 7:1. “Tetapi orang Israel berubah setia dengan mengambil barang-barang yang dikhususkan itu, karena Akhan bin Karmi bin Zabdi bin Zerah, dari suku Yehuda, mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu. Lalu bangkitlah murka TUHAN terhadap orang Israel.”
Dietrich Bonhoeffer, seorang hamba Tuhan yang dilahirkan di Breslow – Jerman. Dalam perjalanan hidupnya ia menentang Nazisme yang keras, kemudian dia ditangkap dan dimasukkan ke dalam sel penjara Nazi. Sebelum dihukum mati dengan digantung, ia sempat menulis sebuah khotbah pernikahan untuk seorang kemenakan wanita yang hendak menikah.
Dalam tulisannya ia berkata, ”Pernikahan bukan hanya sekedar keadaan saling mencintai. Pernikahan mempunyai nilai dan kuasa yang lebih tinggi, karena itu merupakan peraturan Allah yang kudus lewat ciptaan-Nya, yaitu manusia sampai akhir jaman. Dalam cinta, Anda hanya melihat kebahagiaan Anda berdua saja di dunia ini, tetapi dalam pernikahan, Anda merupakan sebuah sambungan mata rantai dari generasi-generasi itu, yang didatangkan dan dikembalikan Allah ke dalam kemuliaan-Nya dan dipanggil ke dalam kerajaan-Nya. Dalam cinta Anda, Anda hanya melihat kebahagiaan Anda saja, tetapi dalam pernikahan, Anda di tempatkan pada tanggungjawab terhadap dunia dan umat manusia.”
Berkaitan dengan kalimat yang digaris-bawahi di atas, kita bisa melihatnya melalui kasus Akhan. Karena dosanya mengambil barang-barang yang dikhususkan bagi Tuhan, mengakibatkan murka Tuhan dan sekaligus kekalahan besar bagi bangsa Israel. Akhan harus bertanggungjawab terhadap dunia dan umat manusia, karena dirinya, seluruh orang Israel dianggap telah berbuat dosa.
Anda ditempatkan dalam keluarga Kristen yang sekaligus harus bertanggungjawab terhadap dunia dan umat manusia, karena Anda merupakan sambungan mata rantai dari generasi yang akan datang. Bila Anda berbuat dosa, maka sebenarnya Anda telah menjadikan keturunan Anda berbuat dosa. Oleh sebab itu, jauhi dosa dalam bentuk apa pun, apabila Anda mengasihi anak cucu dan generasi yang akan datang.
Doa: “Kami mau menjauhi dosa dan menjaga kekudusan hidup pernikahan kami, agar keturunan kami akan menjadi keturunan yang diberkati oleh Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung