Renungan Harian (13 Juni 2016)

13MASA PENANTIAN

Kejadian 25:19-26

Kejadian 25:21 Berdoalah Ishak kepada TUHAN untuk isterinya, sebab isterinya itu mandul; TUHAN mengabulkan doanya, sehingga Ribka, isterinya itu, mengandung.

Seperti Abraham, Ishak pun memiliki proses perjalanan imannya sendiri. Ia harus menunggu selama 20 tahun sampai akhirnya Tuhan mengarunai ia dan Ribka dua anak kembar, yaitu Esau dan Yakub (Bandingkan ayat 20 dengan ayat 26b). Namun, yang membedakannya ialah sikap keduanya saat berada dalam proses penantian panjang tersebut. Kalau Sara ibunya menyodorkan Hagar sebagai alternatif mendapatkan anak dan berujung pada konflik keluarga yang panjang dan runyam, maka Ishak belajar dari kesalahan ayahnya, dan memilih untuk bersandar dan berharap kepada Tuhan.

Saya percaya proses yang telah ia alami saat hendak dipersembahkan sebagai korban (Kej. 22:1-14) memiliki andil dalam pertumbuhan pengenalannya akan Allah. Ishak mempercayai kesetiaan Tuhan pada janji-Nya, yaitu Ia akan membuat keturunan Abraham melalui dirinya sangat banyak seperti pasir di laut dan bintang di langit (Kej. 26:3-5). Dan seperti Tuhan setia terhadap Abraham, demikian juga Ia setia kepada Ishak. Akhirnya, Ribka pun mengandung.

Lewat kehidupan keluarga Ishak kita mendapat pelajaran yang sangat indah, tentang bagaimana kita melibatkan Tuhan dalam lika liku permasalahan rumah tangga. Allah adalah Allah yang peduli, setia dan memiliki rencana yang indah bagi kita. Dalam masa menantikan janji Allah untuk pemulihan keluarga kita, atau tentang anak kita, atau mungkin tentang pergumulan keuangan yang sedang kita alami, atau pasangan yang belum sungguh-sungguh takut akan Tuhan, sehingga belum melaksakan fungsinya dengan baik, kita harus tetap teguh percaya dan bersandar kepada Tuhan.

Terus berdoa, terus percaya dan terus melakukan kebenaran selama masa penantian, maka di ujung jalan kesetiaan itu Anda pasti akan melihat kemuliaan Tuhan dinyatakan di dalam keluarga Anda. Tuhan Yesus memberkati.

Doa: “Tuhan Yesus, kami mau teguh berpegang akan janji-Mu, bahwa masa depan itu sungguh ada atas keluarga kami. Kami percaya Engkau akan dan pasti menggenapi janji-janji-Mu. Amin.”

 

 

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …