Renungan Harian 13 Februari 2020

KASIH DAN DISIPLIN

Ulangan 8:5-6; Ibrani 12:5-6

Ibrani 12:6. “Karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.”

Karena berbagai alasan, para orangtua seringkali mengabaikan anak dalam kedisiplinan. Jika orangtua mengasihi anaknya, maka mereka juga harus mendisiplinkan anak-anaknya. Kasih tanpa disiplin mengakibatkan munculnya sentimen atau ketidakpedulian.

Cara Tuhan mendisiplinkan umat-Nya sama dengan cara seorang ayah mendisiplinkan anaknya (Ul. 8:5; Mzm. 6:2). Tujuan Allah mendisiplinkan umat-Nya agar taat kepada-Nya. Dia izinkan banyak masalah, penderitaan dalam rangka pendisiplinan. Disiplin adalah bukti kasih-Nya, karena kita adalah anak-anak-Nya (Ibr. 12:5-6). Ketika pendisiplinan sedang dialami terasa seperti dukacita, tetapi kalau sudah diterima dan dipahami, suka duka berubah menjadi kebaikan.

Yesus mengajarkan pula, bahwa kepentingan orang lain harus selalu didahulukan (Mrk. 3:20-21). Bagi Yesus, orang dewasa harus mendisiplin anggota tubuhnya – tangan, kaki, mata – agar tidak membawa keburukan bagi orang lain, terutama “menyesatkan” anak-anak di bawah asuhan mereka. Yesus melarang mereka meremehkan anak-anak kecil (Mat. 19:13-15).

Mari kita belajar seperti Yesus, yang bukan hanya mengajar murid-murid-Nya tetapi juga menjadi contoh disiplin dalam segala hal (penggunaan waktu, uang, dan doa).

Ayat Bacaan: Matius 21:33-46; Kisah Para Rasul 13:4-12; Mazmur 39:1-40:9; Keluaran 24:12-26:37

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …