MENGHADAPI ORANG SULIT
Daniel 2:1-19
Daniel 2:11. “Apa yang diminta tuanku raja adalah terlalu berat, dan tidak ada seorangpun yang dapat memberitahukannya kepada tuanku raja, selain dari dewa-dewa yang tidak berdiam di antara manusia.”
Seperti apakah orang yang sulit itu? Bagaimana kalau orang sulit itu adalah atasan Anda atau mungkin itu adalah pasangan hidup Anda? Kitab Daniel mengisahkan tentang orang yang sulit. Dia adalah Raja Nebukadnezar – raja Babel, raja dari kerajaan terbesar di dunia pada saat itu. Babel merupakan bangsa dengan peradaban tertinggi pertama di dunia. Dia memerintahkan agar semua orang pandai di negerinya menceritakan mimpinya dan memberitahukan artinya. Tentu saja hal ini tidak mungkin. Raja Nebukadnezar adalah orang sulit.
Daniel 2:10-12 menegaskan jawaban para orang pandai itu: “Tidak ada seorang pun di muka bumi yang dapat memberitahukan apa yang diminta tuanku raja! Dan tidak pernah seorang raja, bagaimanapun agungnya dan besar kuasanya, telah meminta hal sedemikian dari seorang berilmu atau seorang ahli jampi atau seorang Kasdim. Apa yang diminta tuanku raja adalah terlalu berat, dan tidak ada seorang pun yang dapat memberitahukannya kepada tuanku raja, selain dari dewa-dewa yang tidak berdiam di antara manusia.”
Jawaban itu membuat raja menjadi sangat geram dan murka sehingga raja memerintahkan untuk melenyapkan semua orang bijaksana di Babel. Daniel dan teman temannya termasuk orang pandai di kerajaan Babel. Daniel turut terancam karena perkara ini. Bagaimana Daniel menghadapi masalah ini? Daniel pulang dan mengajak teman-temannya yaitu, Hananya, Misael dan Azarya berdoa. Mereka berdoa memohon kasih sayang kepada Allah semesta langit mengenai rahasia itu, supaya Daniel dan teman-temannya jangan dihukum bersama-sama orang-orang bijaksana yang lain di Babel. Dan Allah yang hidup menjawab doa mereka.
Bagaimana dengan Anda? Seperti Daniel berdoa pada Allah. Allah pun akan menjawab doa Anda. Percayalah itu cara menghadapi orang sulit.
Doa: “Tuhan Yesus, kami berdoa untuk ‘orang sulit’ yang ada di sekitar kami. Jamah mereka dan beri kami hikmat untuk menghadapi mereka. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung