
MISI DAN PENGAMPUNAN
Lukas 23:33-43
Lukas 23:34. “Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.”
Lima puluh tahun yang lalu, lima orang misionaris yang melayani suku Waodani di pedalaman hutan Equador dibantai dengan tombak hingga mati. Kelima misonaris itu adalah Nate Saint, Jim Elliot, Pete Fleming, Ed McCully dan Roger Youderian. Beberapa tahun berikutnya peristiwa pembantaian itu pun menimbulkan efek yang sangat dramatis. Foto-foto yang penuh sensasi tentang pembantaian itu menghiasi majalah Life dan Time. Siapa sangka ternyata pengorbanan kelima misionaris itu membuahkan sesuatu.
Steven Saint, putra dari Nate Saint menulis dalam bukunya ‘End of Spear’ tentang riwayat hidup sang ayah dan dampak dari pelayanan yang dia dan rekan-rekannya lakukan di hutan Equador itu. Saat ayahnya dibunuh Steve baru berusia 5 tahun.
Di masa dewasanya, Steve malah kembali layani suku Waodani, yang jelas-jelas sudah membunuh ayahnya. Steve bercerita bagaimana sang ibu justru terus berdoa bagi orang-orang yang sudah membunuh suaminya dan keempat misionaris lainnya. Tak lama setelah pembantaian kejam itu, tante Steve, Rachel Saint, bersama dengan salah satu janda korban Elisabeth Elliot menghabiskan banyak tahun tinggal bersama suku Waodani untuk menyelesaikan pekerjaan yang telah dimulai oleh kelima misionaris itu.
Steve berkata, “Saya memiliki warisan pengampunan dari orang tua saya. Rasa sakit akibat kehilangan ayah sangatlah pedih. Tetapi karena ibu saya terus mendoakan mereka, di saat saya menemui mereka, saya tidak memikirkan mereka sebagai orang yang telah membunuh ayah saya, tetapi sebagai orang yang paling spesial di dunia ini.”
Misi tidak dapat bergulir tanpa pengampunan dan kebesaran hati. Mereka yang terlibat dalam misi adalah orang-orang berhati besar.
Ayat Bacaan Setahun: Yakobus 4:13-17; 2 Tesalonika 2:13-17; Yeremia 44; Ezra 7:1-28a
Doa: “Ya Bapa, ampuni mereka yang menganiaya hamba-hamba-Mu, tetapi biarlah belas kasihan-Mu menjamah dan menyelamatkan mereka. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung