SIKAP TUBUH YANG BENAR
Mazmur 99:1-9
Mazmur 99:9. “Tinggikanlah TUHAN, Allah kita, dan sujudlah menyembah di hadapan gunung-Nya yang kudus! Sebab kuduslah TUHAN, Allah kita!”
Sering saya menjumpai orang Kristen yang tidak bersungguh-sungguh saat memuji dan menyembah Tuhan di dalam ibadah raya. Mereka memuji Tuhan ala kadarnya, dan terlihat dari sikap tubuh yang enggan. Mungkin mereka lupa kepada siapa pujian itu sesungguhnya ditujukan. Pujian dan penyembahan yang kita naikkan saat beribadah itu bukan untuk manusia, bukan untuk kepentingan pemimpin pujian, pengkhotbah atau gembala, tetapi kepada Tuhan, Sang Pencipta langit dan bumi dan segala isinya.
Jika Anda dan saya benar-benar mengerti hal ini, maka kita akan juga menunjukkan sikap hati dan sikap tubuh yang benar saat memuji dan menyembah Tuhan. Bukan lagi soal suka atau tidak suka dengan musiknya. Bukan lagi tentang siapa pemimpin pujiannya. Tetapi semua tentang Kristus, Raja dan Juruselamat hidup kita. Dengan demikian, apa pun lagunya, iramanya dan siapa pun pemimpin pujiannya, kita akan tetap menyembah Dia dengan sepenuh hati. Dan itu pasti tercermin lewat sikap tubuh kita.
Allah bertakhta di atas puji-pujian kita. Oleh sebab itu, untuk menghormati hadirat Tuhan, selain memuji Dia, kita juga harus menyembah-Nya. Penyembahan adalah ungkapan penghormatan atas kebesaran, keagungan dan kekudusan Tuhan. Karena itu kita harus menyembah-Nya, bukan hanya lewat kata-kata saja, tetapi juga melalui sikap kita seperti: bersujud, bertelut, tersungkur, mengangkat tangan, sebagai tanda kita merendahkan diri di hadapan Allah. Terpujilah nama Tuhan!
Doa: “Tuhan Yesus Juruselamat kami, ampuni kami yang tidak menyembah-Mu dengan sikap yang pantas. Kami mau sungguh-sungguh mempersembahkan yang terbaik dari diri kami bagi-Mu. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung