
MENGONTROL EMOSI
Kejadian 4:1-16
Roma 12:2. “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”
Hati-hati dengan harga diri Anda. Ia bisa merampas kasih dan kebahagiaan hidup Anda yang sejati. Itu pulalah yang dialami oleh Kain, ketika Kain dan Habel mempersembahkan korban bakaran. Memang tidak diindikasikan, bahwa Kain membawa hasil sulung dari apa yang diusahakannya, tapi dikatakan dalam firman Tuhan bahwa Habel membawa korban terbaik, hasil pertama dari apa yang dikerjakannya, maka Allah menganggap baik apa yang diberikan Habel, tidak demikian dengan korban persembahan Kain sebab korban persembahannya tidak diterima oleh Tuhan. Penolakan itu sakit.
Kain tak mampu menahan emosi dan kebenciannya. Harga dirinya terlalu tinggi untuk membiarkan seorang Habel hidup. Akhirnya Kain tega membunuh Habel, pembunuhan pertama terjadi dalam sejarah manusia.
Kain tak bisa lari dari kenyataan. Kini, pakaian Kain dilumuri dengan harga diri yang membuatnya miskin. Kain harus terusir dari tempat tinggalnya serta menjadi pelarian dan pengembara di bumi. Satu dosa dalam diri seseorang dapat melahirkan dosa lain dalam diri orang tersebut. Dosa dapat berefek bola salju, semakin menggelinding semakin dahsyat kerusakan yang dihasilkan.
Doa: “Ajarilah aku mengontrol emosiku dan selalu hidup di dalam-Mu. Amin.”
Bacaan Setahun: Markus 5:21-43; Kisah Para Rasul 19:13-20; Mazmur 83-84; Imamat 23:1-22.
GBI Pasir Koja 39 Bandung