Lukas 17:11-19
Lukas 17:18. “Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?”
Orang yang kusta saat itu harus dipisahkan dari keluarga dan masyarakat, karena dianggap tidak pantas untuk ada di tengah-tengah masyarakat. Saat mereka menerima kasih karunia dari Tuhan Yesus dan disembuhkan sehingga mereka bisa kembali ke tengah-tengah keluarga mereka, sudah dapat dipastikan mereka pasti sangat bersukacita. Sukacita adalah ciri dari mereka yang telah menerima kasih karunia Tuhan. Jadi sangat mengherankan sekali, jika ada seorang Kristen lahir baru yang hidupnya tidak penuh dengan sukacita.
Selain dari hidup yang penuh dengan sukacita, ciri lain dari seorang penerima kasih karunia adalah hidupnya penuh dengan rasa syukur. Sayang sekali dari cerita yang kita baca hari ini, dari 10 orang yang disembuhkan, hanya satu orang saja yang kembali sambil memuliakan Allah. Dan yang kembali justru adalah seorang Samaria. Akibatnya, ia tidak saja disembuhkan tetapi juga ia menerima kasih karunia yang lebih besar dari sekedar kesembuhan, yaitu keselamatan. Jika Anda ingin hidup dalam kasih karunia yang berlimpah-limpah, pastikan bahwa Anda adalah orang yang tahu mengucap syukur.
Yakobus 4:6, “Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”
Orang yang tahu mengucap syukur kepada Allah akan hidup dengan karendahan hati, karena ia tahu dengan benar, bahwa ia bisa hidup seperti sekarang ini semata-mata hanya karena kasih karunia Allah. Jemaat Tuhan, hiduplah dengan penuh syukur dan rendah hati, karena Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani (memberikan kasih karunia) kepada mereka yang rendah hati.
Doa: “Terima kasih Tuhan Yesus, aku sungguh bersukacita, hatiku limpah dengan syukur dan aku mau hidup dalam kerendahan hati, karena sesungguhnya semua yang ada pada kami saat ini semata-mata karena kasih karunia-Mu. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
