
MEMPERKENALKAN-MENCERITAKAN
Mazmur 78:3-8
Mazmur 96:3. “Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan yang ajaib di antara segala suku bangsa.”
Salah satu quote dari Francis Bacon: “Sejarah membuat manusia menjadi bijaksana.” Zaman sekarang sudah sedikit sekali anak-anak yang mau membaca buku, terutama buku sejarah. Silakan tanya pada mereka, atau anak Anda di rumah, tentang sejarah para pahlawan bangsa dari daerah, dari masa penjajahan, sampai pahlawan kemerdekaan. Umumnya mereka menggelengkan kepala.
Biasanya, kita langsung mencari referensi dengan mencarinya di mbah Google atau Wikipedia, yang juga kurang lengkap. Ceritakan pada anak-anak Anda sewaktu mereka akan tidur malam. Itu lebih baik daripada membiarkan anak nongkrong di depan televisi atau bermain gadget dan curhat di sosial media.
Pemazmur termasuk generasi penerus, yakni generasi yang menerima (78:3), tetapi yang sekaligus meneruskan kepada anak-anak mereka apa yang telah diterima dari nenek-moyang (ay. 4ab). Objek dari apa yang telah diceritakan dan yang harus diceritakan kembali ialah perbuatan-perbuatan Tuhan yang masyhur dan ajaib yang telah dikerjakan-Nya bagi Israel pada awal sejarahnya.
Perintah Tuhan di ayat 5, bahwa kita harus terus menerus melanjutkan karya-karya agung Tuhan; nenek moyang kepada anak-anaknya, anak-anak ini kepada angkatan kemudian, dan angkatan ini kepada anak-anak mereka. Jadi ada empat generasi. Tujuannya agar karya-karya Tuhan dikenal oleh setiap generasi.
Para orangtua ikutilah teladan yang telah ditulis oleh pemazmur ini, supaya generasi kita mengenal Tuhan dengan benar dan sungguh-sungguh.
Doa: “Kami mau terus menceritakan tentang karya kasih, kebaikan, kedahsyatan dan kemuliaan-Mu kepada anak-anak kami, bahkan juga kepada cucu-cucu kami, ya Allah. Amin.”
Bacaan Setahun: Lukas 19:11-27; I Korintus 7:10-16; Pengkhotbah 8:9-17; Yosua 22
GBI Pasir Koja 39 Bandung