KESUKSESAN HIDUP
1 Samuel 7:15-8:3
1 Samuel 8:3. “Tetapi anak-anaknya itu tidak hidup seperti ayahnya; mereka mengejar laba, menerima suap dan memutarbalikkan keadilan.”
Lena (bukan nama sebenarnya) adalah seorang eksekutif senior, dan dalam menjelang masa pensiunnya, ia menyesali keadaan anak-anaknya. Sejak muda Lena mengejar karir. Kesuksesan di dalam pekerjaan, membuatnya sangat sibuk dan menelantarkan keluarganya. Suaminya sering menegurnya tapi dia tidak peduli. Dengan alasan, bahwa pendapatannya jauh lebih besar dan mampu membiayai kebutuhan rumah tangga, serta membayar pengasuh dan asisten rumah tangga. Suatu ketika, pemakaian kartu kreditnya bermasalah. Dia dipecat dari perusahaan tempatnya bekerja. Pada saat yang bersamaan, suaminya menceraikannya. Anak-anaknya gagal dalam pendidikan bahkan salah satu anaknya mengalami gagal ginjal. Semuanya terlambat ketika ia kembali pada keluarganya.
Dalam membesarkan anak-anak, diperlukan pengorbanan yang besar bagi kedua orangtua. Suami istri harus saling berbagi waktu agar tetap bisa mendampingi anak-anak di tengah kesibukan mencari nafkah.
Samuel memerintah atas Israel seumur hidupnya. Dia dibesarkan di Silo di bawah pengasuhan imam Eli. Setelah dewasa Samuel berkeliling ke Betel, Gilgal, dan Mizpa, sedangkan rumahnya di Rama. Samuel sibuk mengurus bangsa Israel. Tidak diceritakan bagaimana Samuel mendidik anak-anaknya. Setelah Samuel tua, diangkatnyalah anak-anaknya laki-laki menjadi hakim atas orang Israel. Namun sayang, kedua anaknya tidak hidup seperti Samuel. Keduanya mengejar laba, menerima suap dan memutarbalikkan keadilan.
Dalam kehidupan ini tidak ada satu pun kesuksesan yang bisa menggantikan kehancuran keluarga. Marilah kita bertanggungjawab di hadapan Tuhan. Memohon hikmat dari Tuhan, supaya kita menjadi orangtua yang bijak. Mendidik anak-anak kita dengan firman Tuhan dan terus mendoakan mereka menjadi generasi yang beriman kepada Tuhan Yesus Kristus.
Doa: “Ampuni kami Bapa, kalau kami melalaikan tanggung jawab kami untuk mengasuh dan mendidik anak-anak kami. Beri kami hikmat, ya Allah agar kami dapat menyusun prioritas kami dengan bija
GBI Pasir Koja 39 Bandung