
GOD-FEARING GENERATION
Ulangan 11:8-32
Ulangan 11:19. Kamu harus mengajarkannya kepada anak-anakmu dengan membicarakannya, apabila engkau duduk di rumahmu dan apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.
Salah satu tantangan yang dihadapi generasi saat ini adalah tantangan untuk bertindak dengan takut akan Tuhan. Banyak anak remaja dan pemuda Kristen dididik sekian lama, ditanami nilai-nilai Kristiani, dan diajar untuk bertindak sesuai dengan perintah dan kehendak Tuhan, namun berakhir hanya sekedar teori. Hal ini disebabkan oleh kemerosotan iman, karena generasi ini tidak punya hati yang takut akan Tuhan.
Sering dijumpai orangtua memanjakan anak dengan materi yang berlimpah, karena mereka beranggapan, bahwa dengan itu anak akan merasa bahagia dan nyaman. Di satu sisi orangtua begitu sibuk dengan bisnis dan pekerjaan, sampai-sampai tidak punya waktu untuk anak-anak. Anak pun menjadi kecewa, marah dan frustasi karena merasa kurang diperhatikan, sehingga mereka mencari kesenangan dan perhatian di luar rumah.
Kehidupan keluarga imam Eli menjadi sebuah pelajaran berharga. Imam Eli tidak secara konsisten menegur dan memeringatkan anak-anaknya (Hofni dan Pinehas), walaupun jelas-jelas mereka telah berlaku dursila dan tidak mengindahkan Tuhan. “Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya; tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya.” (Amsal 13:24), sebab “Tongkat dan teguran mendatangkan hikmat, tetapi anak yang dibiarkan mempermalukan…” (Amsal 29:15). Akibatnya fatal (baca 1 Samuel 2:27-36).
Kasih dan teguran haruslah berjalan seimbang. Mendidik dan mengajarkan firman Tuhan kepada anak harus dilakukan sejak dini. Ini adalah langkah yang tepat untuk mempersiapkan generasi yang takut akan Tuhan. Orangtua harus menjadikan rumahnya sebagai tempat bagi anggota keluarga menyembah dan mempraktikkan ajaran firman Tuhan. Melalui keteladanan hidup orangtua, anak-anak akan mengikuti jejaknya.
Doa: “Ya Allah, berilah pada kami sekeluarga, hati yang punya kasih dan teguran dalam mendidik anak. Amin.”
Bacaan Setahun: Yohanes 3:31-36; II Korintus 3:1-11; Yesaya 22; I Samuel 23-24.
GBI Pasir Koja 39 Bandung