KETAATAN ISHAK DALAM MENABUR

Kejadian 26:1-33
Kejadian 26:12. “Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN.”
Yang perlu kita ingat adalah bahwa semua orang yang bernaung atau bersentuhan dengan Allah, pasti akan mencicipi kelimpahan kasih Allah dan kemurahan-Nya. Itu merupakan wujud pemeliharaan Tuhan atas hidup orang yang percaya kepada-Nya, tetapi bukan berarti bahwa kita tidak akan menghadapi tantangan ketika Allah memberkati kita. Oleh sebab itu, mari perhatikanlah, ketika kita mencari kebenaran, sumber air hidup itu, suatu hal yang baik akan tetap menyertainya.
Pada saat terjadi kelaparan Ishak tidak menyerah, ia berserah. Ketika Allah meminta Ishak untuk tetap tinggal di Kanaan dan tidak pergi ke Mesir maka Ishak menetap di Gerar, daerah orang Filistin. Dia tidak memiliki tanah sendiri, tetapi berusaha di tanah orang Filistin dan menabur di sana. Ketaatan Ishak dan kehadiran Allah memberkatinya dengan peningkatan yang besar, berbagai potensi alam ikut dikembang-suburkan.
Ishak berhasil karena kerja keras otak dan keringat terjalin dalam aliran anugerah Allah, sehingga ketika orang lain hampir tidak menuai sama sekali, dia menuai hingga berlimpah-limpah. Allah memberkati secara luar biasa, sehingga usaha Ishak bercocok tanam dan beternak di masa kelaparan diberkati Tuhan dengan berlimpah-limpah, dan dia mendapat hasil panen pertanian seratus kali lipat dan peternakan pun berlipat ganda. Ishak pun menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya.
Ayat Bacaan: Matius 7:1-14; Kisah Para Rasul 4:12-22; Ayub 28-29; Kejadian 22-23
Doa: “Tuhan Yesus, ajarkan aku tetap denger-dengaran akan Engkau. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung