PERLUKAH TUHAN MENJELASKAN?
Ratapan 3:4-8
Matius 11:28. “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”
Kita semua pasti pernah mengalami saat-saat dalam hidup kita terasa runtuh. Hal-hal seperti kehilangan pekerjaan, hubungan kita dengan seseorang hancur, orang yang kita sayang meninggal atau kesehatan kita memburuk. Di masa-masa itu, kita tergoda untuk berpikir, bahwa Tuhan telah meninggalkan kita, tetapi percayalah, Dia tidak akan pernah sekali pun meninggalkan kita.
Itulah yang dirasakan Nabi Yeremia saat ia menulis buku Ratapan. Pada saat itu bangsa Yehuda, sedang mengalami masalah ekonomi dan diteror oleh musuh-musuh. Dia menyaksikan penghinaan luar biasa yang dilakukan terhadap bangsanya. Orang-orang tak bisa mendapatkan pekerjaan dan kelaparan sampai mati. Lalu Yeremia mulai menumpahkan semua yang ia rasakan kepada Allah.
Dalam bacaan kita hari ini nabi Yeremia mencurahkan isi hatinya dalam doa kepada Allah. Saat itu Yeremia juga merasa bahwa Allah telah melupakannya. Namun Yeremia tidak mengabaikan apa yang dia rasakan. Dia mengatakan kepada Allah apa yang ada di dalam hatinya. Bahkan, Yeremia menulis lima bab untuk menuangkan apa yang dipikirkannya tentang keadaan bangsanya saat itu. Tuhan menempatkan bab yang berisi keluhan kepada-Nya ini di dalam Alkitab. Tuhan ingin kita tahu bahwa Dia bisa mengatasi kemarahan kita, keluhan kita, dan kesedihan kita. Yeremia menghabiskan seluruh kitab ini dengan mengeluarkan isi hatinya kepada Tuhan.
Jika Tuhan saja dapat melenyapkan rasa sakit Yeremia, apalagi rasa sakit kita! Jika kita memendam rasa sakit, kita justru hanya akan melukai diri sendiri. Kita akan diperbudak oleh kepedihan kita! Oleh sebab itu, serahkan beban kita kepada Tuhan.
Doa: “Kami bersyukur kalau Imam Besar yang kami punya mampu merasakan apa yang kami rasakan. Karenanya, dengan penuh keberanian kami mau menghampiri-Mu, ya Bapa. Jamah dan pulihkanlah kami. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung