1 Petrus 2:1-10
1 Petrus 2:9. “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.”
Menjadi seorang yang percaya kepada Tuhan Yesus adalah hal yang begitu luar biasa dalam kehidupan orang Kristen. Perjumpaan dengan Yesus mengubahkan hidup seseorang dari lumpur dosa kepada kehidupan yang lebih bermakna. Dan hal ini menjadi pengalaman yang sangat berharga dibanding dengan mendapatkan harta dunia yang fana ini. Namun, sebagai orang percaya kita tidak boleh hanya berfokus terhadap diri sendiri, yang hanya memikirkan bagaimana supaya kita diberkati dan mendapatkan apa yang kita butuhkan. Lebih daripada itu, kita memiliki tujuan yang begitu penting supaya hidup kita menjadi alat di tangan Tuhan, menyaksikan perbuatan-perbuatan tangan-Nya dan membawa orang yang tidak percaya kepada Yesus menjadi percaya dan mengasihi Yesus.
Tugas membawa orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan seperti yang Yesus perintahkan dalam Matius 28:19-20 tidak hanya ditujukan kepada para pendeta atau orang-orang yang berkecimpung dalam sekolah teologia, namun lebih dalam daripada itu. Tuhan ingin supaya semua orang percaya tanpa terkecuali ikut mengambil bagian dalam penjangkauan jiwa-jiwa.
Keluhan-keluhan yang acap kali diungkapkan oleh jemaat Kristen adalah kurangnya pemahaman mereka tentang Alkitab sehingga menghambat mereka menyaksikan perbuatan Tuhan. Keluhan semacam inilah yang mempersulit pergerakan kita sebagai orang percaya menjangkau jiwa untuk Tuhan. Memperlihatkan perbuatan Tuhan bagi banyak orang adalah hal yang sangat sederhana. Dalam kotbah Yesus di bukit Yesus mengajarkan supaya mereka menjadi garam dan terang (Mat. 5:13-16). Arti sederhananya adalah sikap, perbuatan, perkataan bahkan apapun yang kita lakukan setiap hari harus memancarkan karakter Kristus, hidup kita menjadi berkat bagi orang lain dan kita bersikap baik pada siapapun.
Secara tidak sadar banyak orang yang memperhatikan tingkah laku kita setiap hari. Kita bagaikan berada di dalam sebuah aquarium yang sedang diperhatikan orang-orang dari semua sisi. Sadarilah, bahwa Tuhan sedang menantikan supaya kita berbuat sesuatu seperti apa yang pernah diperbuat oleh Yesus selama di dunia ini. Kalau Tuhan begitu mengasihi kita, seharusnya kita juga memancarkan kasih Kristus kepada orang lain, sebagai bukti pengabdian dan kasih kita kepada Tuhan.
Doa: “Tuhan Yesus, berikan kepadaku keberanian untuk bersaksi tentang Engkau kepada setiap orang dalam kehidupanku sehari-hari, baik dengan perkataan, perbuatan maupun sikap hidup. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
