
PEMELIHARAAN YANG SEMPURNA
Mazmur 23:1-6
Ayub 10:12. Hidup dan kasih setia Kaukaruniakan kepadaku, dan pemeliharaan-Mu menjaga nyawaku.
Seorang pria yang selamat dari kecelakaan kapal dan terdampar di sebuah pulau kecil tanpa penghuni. Setiap hari dia berdoa kepada Tuhan agar ada orang yang akan menyelamatkannya, tetapi tidak ada satu pun yang datang menolongnya.
Akhirnya dia berhasil membangun sebuah gubuk kecil dari kayu apung untuk melindungi dirinya dari cuaca, dan untuk menyimpan beberapa barang yang masih dia punyai.
Saat dia kembali setelah mencari makan, dia mendapati gubuk kecilnya sudah terbakar dan asap membumbung ke langit. Dia putus asa dan berpikir habislah sudah, segalanya hilang. Kemudian dalam keadaan marah dia berdoa dan menangis, “Tuhan, teganya Engkau melakukan ini padaku?” Pagi- pagi keesokan harinya, dia terbangun oleh suara kapal yang mendekati pulau itu. Kapal itu datang untuk menyelamatkannya.
“Bagaimana kamu tahu, bahwa aku di sini?” tanya pria itu kepada penyelamatnya. “Kami melihat tanda asapmu”, jawab mereka.
Ketika ada kejadian negatif terjadi, kita harus berkata pada diri sendiri, bahwa Tuhan pasti mempunyai jawaban yang positif untuk kejadian tersebut.
Kadang kita menyerah dengan segala keadaan yang menimpa kehidupan kita. Kita lupa, bahwa pemeliharaan Tuhan tidak pernah beranjak dan tetap memelihara kehidupan kita sampai kapan pun.
Karakteristik pemeliharaan Tuhan dalam bacaan di atas adalah: memberi kecukupan (ay. 1b); memberi kesegaran (ay. 2-3a); memberi pimpinan (ay. 3b-5); memberi masa depan (ay. 6).
Bersyukurlah untuk apa pun yang kita alami, karena pemeliharaan-Nya sempurna.
Doa: “Bapa, kami mau bersyukur selalu, karena kami tahu pemeliharaan-Mu sempurna. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”
Bacaan Setahun: Wahyu 9:1-12; Ibrani 9:1-10; Yehezkiel 42; Zefanya 3.
Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini
GBI Pasir Koja 39 Bandung