Markus 12:38-40
Matius 7:21. “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.”
Para ahli Taurat merupakan orang terpandang dan disegani oleh masyarakat Yahudi sebagai pemuka agama. Mereka mengajarkan hukum Taurat kepada jemaat Yahudi. Namun, dalam pengajaran-Nya Tuhan Yesus memperingatkan agar murid-murid-Nya berhati-hati terhadap ajaran ahli-ahli Taurat. Dalam Kitab Markus, Tuhan Yesus menjelaskan bahwa para ahli Taurat ini gila hormat dengan mengenakan jubah panjang, menerima penghormatan di pasar. Mereka mengajarkan Taurat Tuhan tapi tidak melakukan Taurat itu sendiri. Bahkan Tuhan Yesus menyatakan mereka suka menelan rumah janda-janda, yang artinya mereka suka memeras. Agar terlihat mereka rohani, mereka mengelabui dengan doa yang panjang-panjang.
Dalam renungan ini, terdapat pembelajaran agar umat Tuhan berhati-hati dalam bertindak. Benar-benar memahami Alkitab dan benar-benar juga melakukannya. Seringkali dalam bertindak sesukanya, kita ingin dibenarkan lalu kita mengatasnamakan hal-hal rohani. Misalnya, saya tidak membantu saudara saya yang miskin karena saya sudah menyerahkan uang saya untuk gereja. Mungkin saja kita sibuk pelayanan sehingga tidak punya untuk keluarga atau orang tua kita.
Bila kita membaca Alkitab, apalagi mengajarkannya pada orang lain, maka kita bertanggungjawab untuk melakukannya. Bagaimana kita mengajarkan kasih Kristus di tengah keluarga kita, sementara kita sibuk pelayanan dan mengatasnamakan pelayanan dan tidak memperhatikan keluarga kita sendiri. Bagaimana kita mengajarkan kerendahhatian, sementara kita merasa paling hebat, sekalipun itu di gereja. Tuhan Yesus sudah memperingatkan kita tentang kemunafikan.
Marilah kita instropeksi diri, agar kita tidak terjebak dalam ajaran ahli Taurat ini. Semuanya tampak rohani dan terhormat, tapi Tuhan tahu hati manusia yang munafik.
Doa: “Tuhan Yesus, kami tidak mau menjadi manusia yang munafik, melainkan kami ingin menjadi orang yang tidak hanya memperkatakan firman-Mu tetapi juga melakukannya. Mampukan kami ya Roh Kudus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
