
BEBAS DARI RASA TAKUT
Roma 8
Roma 8:15. “Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!”
Salah satu kuk perhambaan yang dialami manusia adalah dikuasai rasa takut dan kuatir yang berlebihan. Memang tidak semua rasa takut itu buruk, karena ada rasa takut yang justru membuat seseorang melakukan lebih baik. Misalnya takut tidak naik kelas, maka seorang pelajar akan belajar lebih tekun dan rajin. Namun, yang membuat rasa takut menjadi kuk dalam hidup seseorang adalah takut yang berlebihan, yang membuat seseorang tidak melakukan apa-apa dan tidak melihat sebuah potensi yang ada di hadapannya. Memastikan rencana Tuhan yang terbaik yang telah Tuhan sediakan bagi hidupnya. Rasa takut melumpuhkan, dan memperbudak sehingga setiap langkah dan hidupnya diliputi ketakutan, padahal rasa takut itu belum tentu terjadi.
Di kitab Lukas 22, kita belajar dari seorang pribadi Yesus yang juga mengalami rasa takut yang begitu rupa, sehingga dikatakan bahwa peluhnya seperti butiran darah. Yesus pernah mengalami rasa takut sehingga Ia bisa mengerti ketika kita juga mengalaminya. Namun, kita harus belajar apa yang Yesus lakukan tatkala mengalami rasa takut. Yaitu Ia semakin sungguh-sungguh berdoa kepada Bapa. Artinya Yesus semakin mengandalkan Bapa-Nya. Lawan kata dari takut bukan berani, melainkan beriman.
Manusia takut karena tidak mengetahui kebenaran. Agar Anda dan saya tidak dikuasai rasa takut tersebut, periksa bagaimana kita hidup? Bagaimana Anda beribadah dan berelasi dengan Tuhan? Bagaimana perpuluhan dan persembahan kita? Jika semua telah sesuai dengan firman Tuhan, maka kita akan terbebas dari rasa takut yang belum pasti tersebut. Kebenaran firman Tuhan akan memerdekakan Anda.
Ayat Bacaan Setahun
Yohanes 10:11-21; Galatia 4:12-20; Yesaya 56:1-57:5; I Raja-raja 15-16
Doa: “Kami tidak mau dikuasai rasa takut, karena kami memiliki Roh Kudus yang menjadikan kami anak-anak Allah. Terima kasih Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung