Matius 28:19-20
Matius 28:19. “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,”
Dalam salah satu seminar misi dunia, Dr. Samuel Excobar pernah berkata: “Setelah menganalisis kondisi dunia, maka saya berkeyakinan bahwa tidak ada masa yang lebih tepat untuk bermisi, kecuali di abad ini.” Pengertian misi di sini mencakup tiga konsep dasar:
- Melakukan misi bukan harus pergi ke suatu tempat atau melakukan suatu pekerjaan tertentu. Tetapi misi haruslah mencakup keseluruhan hidup kita (being), tidak hanya pada apa yang kita lakukan (doing). Dalam pemberitaan Injil, yang penting bukan hanya Injilnya (Injil harus diberitakan dengan benar, utuh, jelas, dan baik), tetapi juga pemberitanya. Hidup kita harus membangkitkan pertanyaan-pertanyaan dari orang-orang yang belum percaya.
- Bermisi bukanlah panggilan khusus Tuhan kepada para utusan Injil atau hamba Tuhan, juga bukan merupakan alternatif untuk mengisi hidup atau salah satu pilihan hidup. Bermisi adalah tugas dari Tuhan kepada setiap anak-anak-Nya (Mat.28:19-20). Kita dipanggil untuk menyatakan kasih Allah yang utuh kepada dunia. Inilah dasar keberadaan kita di dunia.
- Misi berkaitan dengan menjadi garam dan terang di tengah masyarakat. Bermisi bukan konsep atau tugas tambahan orang Kristen atau gereja. Tetapi, “missions comes from the heart of God”. Marilah kita miliki komitmen untuk melaksanakan misi Allah bagi dunia ini melalui perkataan, pekerjaan, dan hidup kita.
Doa: “Terima kasih Tuhan Yesus, karena Engkau mempercayakan kami sebagai rekan sekerja-Mu dalam bermisi bagi Kerajaan Allah. Ini adalah tugas kami dan celakalah kami jika kami lalai memberitakan injil. Amin.’
GBI Pasir Koja 39 Bandung
