LEVEL TERDALAM
Mazmur 73:1-28
Mazmur 73:26. “Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.”
Pernahkah Anda merasa ingin berhenti melayani Tuhan dan menyerah karena beban yang Anda pikul rasanya terlalu berat? Saya pernah. Beberapa kali bahkan. Dan rasanya ini tidak hanya dialami oleh saya, tetapi mungkin semua orang pernah mengalaminya.
Beberapa rekan pernah datang dengan kalimat, “Rasanya saya sedang munafik. Di atas mimbar memuji dan menyembah Tuhan dengan tangan terangkat, sementara hidup saya sedang penuh pergumulan.”
Saya menjawab, “Bagaimana kalau kita ganti cara berpikir kita? Justru saat hati dan perasaan kita rasanya sedang tidak ingin untuk memuji Tuhan, tetapi kita tetap melakukannya, maka itu adalah korban pujian yang menyukakan Allah.”
Mazmur 73 bercerita tentang bagaimana perjuangan seorang Asaf di dalam menghadapi pergumulan hidupnya. Ketika masalah datang menghampiri dirinya, ia semakin mendekatkan diri kepada Tuhan. Dan ketika ia berada dekat Allah, ia menjawab di ayat 25, bahwa hanya Allah yang ia inginkan di bumi, tidak ada yang lain.
Rick Warren pernah menuliskan, bahwa level terdalam penyembahan Anda justru ketika Anda memuji dan menyembah Allah ketika hidup Anda sedang berada di titik terendah. Di sana, Allah melihat iman dan pengharapan yang Anda gantungkan sepenuhnya hanya kepada Bapa. Saat itu Allah melihat kasih Anda yang tulus kepada-Nya.
Saat badai menghantam kehidupan Anda, beristirahatlah di dalam hadirat-Nya. Dan Anda akan melihat, bahwa Allah pasti akan menyatakan kuasa-Nya, kasih-Nya dan kemurahan-Nya dalam hidup Anda.
Doa: “Tuhan Yesus, apa pun yang menimpaku, akan tetap kukatakan Engkau baik. Untuk selama-lamanya Engkau gunung batu dan bagianku. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung