ALLAH TAK MEMANDANG HINA HATI YANG HANCUR
Mazmur 51:9-19
Mazmur 51:19. “Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.”
Ketika kita berdoa, Allah menginginkan agar kita berdoa dengan segala kerendahan hati dan ketulusan hati. Jika ada dosa yang telah kita lakukan, haruslah kita akui dengan hati yang hancur, maka Allah akan mengampuni segala dosa kita. Raja Daud dalam Mazmur 51:19, “Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.” Daud mengatakan hal itu menggambarkan penyesalan dan pertobatannya sendiri atas dosa perzinahan yang dibuatnya dengan Batsyeba. Penyesalan yang sungguh atas dosa terjadi ketika kita menerima pandangan Allah terhadap perbuatan kita dengan memandang dosa sebagai sesuatu yang jelas-jelas salah, membencinya, dan tidak ingin meneruskannya.
Ketika kita benar-benar menyesali dosa kita, Allah menerima kita kembali dengan penuh kasih. “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” (1 Yoh. 1:9). Pengampunan itu membuat kita lega dihadapan-Nya dan menggugah kita untuk memuji nama-Nya.
Kerendahan hati adalah respon yang tepat terhadap kekudusan Allah. Pengampunan Allah menunjukkan kasih Allah yang luar biasa bagi kita, sehingga kita mengucap syukur atas anugerah yang diberikan-Nya.
Doa: “Dengan segala kerendahan hati, aku mengaku dosa yang telah aku lakukan, ya Tuhan Allahku. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung