Renungan Harian (11 Mei 2017)

BUAH ROH

Galatia 5:16-26

Galatia 5:22-23. “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.”

Kalau kita bicara tentang buah, maka kita sedang bicara tentang hasil yang lahir dari sebuah proses pembuahan yang alami. Anak-anak adalah buah hati, hasil dari sebuah hubungan intim dari seorang suami dan istri. Begitu juga dengan buah Roh. Buah Roh akan secara alami lahir dalam hidup orang percaya yang memiliki hubungan yang intim dengan Roh Kudus, tanpa perlu direkayasa.

Harus ada perbedaan yang nyata dari kehidupan seseorang yang mengklaim dirinya penuh dengan Roh Kudus dan senang diam di dalam hadirat Allah. Merupakan sebuah kebohongan jika kita memiliki karunia-karunia Roh yang luar biasa, tetapi pada kenyataannya buah Roh yaitu, kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri, tidak nyata dan tidak dapat dinikmati oleh orang-orang yang dekat dengan kita.

Mengapa saya katakan orang yang dekat? Karena mudah untuk berpura-pura memiliki buah Roh kepada orang yang jauh dari kita, tetapi mustahil kita dapat mengelabui orang-orang yang terdekat dengan kita. Memang benar kalau setiap orang perlu proses dalam berubah dan berbuah. Ketika kita lahir baru dan dipenuhi Roh Kudus, tidak otomatis kita memiliki karakter yang berubah 180 derajat. Tetapi pasti ada pertumbuhan dan perubahan yang dihasilkan dari persekutan kita dengan Roh Kudus. Kita semakin diubahkan ke arah kepenuhan Kristus dari hari ke hari.

Jika Anda dan saya telah bertahun-tahun ikut Tuhan dan karakter kita masih sama saja, maka kita perlu memperbaiki cara kita bersekutu dengan Roh Kudus. Berdoa, memuji, menyembah Tuhan dan membaca firman Tuhan memang wajib kita lakukan, namun tidak cukup hanya sampai di sana. Kita harus mau untuk hidup dipimpin Roh Kudus dan taat melakukan firman-Nya. Dengan demikianlah, baru buah Roh itu akan dihasilkan dalam hidup Anda dan saya.

Doa: “Roh Kudus yang manis, kami mau lebih lagi hidup dalam persekutuan yang intim dengan-Mu dan pimpinan-Mu, agar hidup kami membuahkan buah Roh yang dapat dinikmati oleh banyak orang. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …