Yesaya 30:1-17
Yesaya 30:1. “Celakalah anak-anak pemberontak, demikianlah firman TUHAN, yang melaksanakan suatu rancangan yang bukan dari pada-Ku, yang memasuki suatu persekutuan, yang bukan oleh dorongan Roh-Ku, sehingga dosa mereka bertambah-tambah,”
Terkadang di zaman yang sibuk dan serba cepat ini, efektifitas dan kecepatan menjadi sesuatu yang dihargai lebih dari menantikan Tuhan. Seringkali kita terbentuk untuk menyusun rencana-rencana, mengatur jadwal-jadwal kehidupan kita, tanpa bertanya kepada Tuhan. Sesudah jadwal dan rencana tersebut jadi, barulah kita meminta Tuhan agar memberkati apa yang sudah kita buat. Dalam Yesaya 30 terdapat teguran keras untuk mereka yang menyusun rencana tanpa memastikan apakah rencana-rencana tersebut sesuai dengan pikiran dan kehendak Allah. Disiplin menantikan Tuhan, bertanya kepada Tuhan sebelum membuat rencana dan jadwal, menjadi sebuah pengingat yang luar biasa, bahwa bukan sayalah penguasa hidup saya.
Andrew Murray menulis dalam buku renungannya, yang berjudul Menantikan Tuhan. Dalam 31 renungan tersebut, Muray menumpahkan pesannya, bahwa sebuah pengenalan dan pengertian akan jalan-jalan Allah hanya akan ada atas mereka yang tahu bagaimana caranya menantikan Tuhan.
Dalam salah satu bukunya, Henri Nouwen menceritakan sebuah pengalaman rohani yang dia dapatkan ketika ia menghabiskan waktu bersama seniman Trapeze dari Jerman. Seorang penghibur sirkus trapeze memberitahu Nouwen, “ Sebagai seorang yang terbang dari satu tali ke tali lain, dengan ditangkap oleh teman saya Joe, saya mungkin kelihatan sebagai seorang superstar. Tetapi bintang yang sesungguhnya adalah Joe, catcher saya. Ia harus ada untuk saya dalam hitungan seperbelas detik, dan menangkap saya di udara ketika saya melompat. Seorang flyer harus terbang (melompat di udara) dan seorang catcher harus menangkap, dan flyer harus percaya dengan tangan terentang, bahwa sang catcher akan menangkapnya, tepat pada waktunya.”
Sebuah gambaran yang luar biasa tentang apa yang Allah ingin kita lakukan. Kitalah sang flyer dan Dialah sang Catcher. Di hari-hari yang sibuk ini, andalkan Tuhan, percaya kepada-Nya, libatkan Tuhan dalam semua perencanaan Anda, dan percaya ketika tiba saatnya untuk terbang, Ia akan menangkap Anda. Tuhan memberkati.
Doa: “Kami mau mencari Engkau dan kehendak-Mu terlebih dahulu di atas setiap rencana dan jadwal kami. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
