KAGUM
Matius 26:6-13
Matius 26:11. “Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu.”
Rasa kagum, suka dan cinta membuat orang rela berkorban asal orang yang dicintai merasa bahagia. Kita pasti pernah merasa kagum pada seseorang. Orang yang mengerjakan sesuatu di luar pemikiran dan kemampuan kita. Setelah kagum, apa yang terjadi? Diiringi rasa kagum dalam pikiran kita, maka mata kita akan terkonsentrasi pada hal tersebut. Kemudian bibir kita akan berdecak kagum, sehingga mulut kita bisa saja dengan tidak sengaja memuji dan menceritakannya kepada orang yang tidak ikut menyaksikannya, bahkan tak jarang juga kepada orang lain yang telah melihatnya.
Itulah rasa kagum yang dirasakan seorang perempuan terhadap Tuhan Yesus, yang pernah menolongnya. Perempuan ini dengan rela mempersembahkan persembahan yang mahal harganya. Namun hal itu membuat para murid menjadi gelisah. Dengan alasan yang sangat manusiawi dan rohani, seorang murid Tuhan Yesus menyatakan tindakan perempuan itu adalah pemborosan. Namun Tuhan Yesus merasakan kasih yang tulus dan besar. Tindakan kasih dari seorang perempuan yang menyembah Tuhan Yesus karena mengalami kasih Allah.
Apakah sesungguhnya murid Tuhan Yesus memikirkan orang miskin? Atau merasa sayang dengan minyak mahal yang dicurahkan untuk Tuhan Yesus, seakan dibuang percuma? Banyak orang berpura-pura memperhatikan orang lain, padahal sebenarnya ia menginginkan uang tersebut. Di sini kemunafikan orang terbongkar.
Arti mengasihi Tuhan yang sesungguhnya adalah merasakan kasih-Nya, kagum pada-Nya, sehingga mengasihi-Nya dan mencintai-Nya dengan rela memberi yang terbaik. Tidak merasa sayang dan banyak berdalih. Perempuan ini dinyatakan mempersiapkan penguburan Tuhan Yesus, sedangkan murid-murid-Nya tidak. Kekagumannya pada Tuhan Yesus menggenapi rencana Allah.
Doa: “Kami kagum dan hormat akan Engkau ya, Kristus. Karenanya kami akan mempersembahkan hanya yang terbaik bagi-Mu. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung