
KELUARGA YANG MELAYANI
Kisah Para Rasul 18:1-8, 18-19, 26; Roma 16:3-5
Kisah Para Rasul 18:26. “……Priskila dan Akwila….dengan teliti menjelaskan kepadanya jalan Allah!”
Keluarga yang melayani Tuhan adalah keluarga yang berbahagia karena suami, istri, dan anak-anak semua melayani Tuhan. Keluarga yang melayani sudah menikmati kasih Allah dalam hidup keluarganya. Bagaimana menjadi keluarga yang melayani?
Akwila dan Priskila adalah pasangan suami istri ini sangat membantu pelayanan rasul Paulus. Semua itu merupakan refleksi dari kekuatan pernikahan mereka. Sifat-sifat Akwila dan Priskila adalah sebagai berikut:
- Mereka tidak mementingkan diri sendiri dan pemberani. (Roma 16:4).
- Mereka ramah dan suka memberi tumpangan. Para jemaat bersekutu di rumah mereka (I Korintus 16:19)
- Mereka cepat menyesuaikan diri. Dua kali mereka harus pindah karena perintah dari Roma (Kisah Para Rasul 18:2) dan karena menyertai Paulus dalam perjalanan misinya (ayat 18)
- Mereka bekerja bersama-sama. Mereka sama-sama tukang kemah (ayat 3)
- Mereka berdua melibatkan diri dan mengajar orang lain dalam pengajaran tentang Kristus. (ayat 26).
Akwila dan Priskila adalah contoh keluarga yang melayani Tuhan. Mereka satu kesatuan tim yang tak terpisahkan. Hal ini membuat mereka menjadi pasangan yang luar biasa.
Keluarga yang melayani menurut Pdt. Dr.Paul Gunadi harus memiliki suasana rohaniah yang memadai, kesehatian, ada dukungan dari pasangan dan anggota keluarga yang lain. Dan, waktu dan energi yang terambil dari keluarga, terkompensasikan dengan efektif sehingga tidak menimbulkan dampak negatif. Jadikan keluarga kita keluarga yang melayani Tuhan, karena setiap orang mempunyai janji pribadi dengan Tuhan.
Doa: “Tuhan, ajar keluarga kami untuk melayani Tuhan seperti pasangan Akwila dan Priskila. Amin.”
Bacaan Setahun: Lukas 19:1-10; I Korintus 7:1-9; Pengkhotbah 7:23-8:8; Yosua 21.
GBI Pasir Koja 39 Bandung