Roma 15:5-7
Roma 15:5-6. “Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus.”
Ada berapa banyak pernikahan yang berakhir dengan perceraian dan kemudian ditanya, “Mengapa Anda bercerai?” Jawabannya, “Karena sudah tidak cocok satu dengan yang lain.” Banyak orang yang berpikir saya sudah menikahi orang yang salah, karena ternyata pasangan saya adalah seorang yang keras kepala, kasar, tidak romantis, pelit, jorok, pemalas, dll. Tetapi setelah Anda dan saya memutuskan untuk menikah, sesungguhnya sekarang bukan waktunya lagi untuk berpraduga seperti itu, karena komitmen hidup sudah dibuat ketika kita sudah masuk dalam pernikahan. Membuka mata lebar-lebar akan sifat, karakter dan latar belakang pasangan harus dilakukan sebelum menikah. Mestinya sebelum Anda memasuki bahtera rumah tangga, Anda sudah berdoa dan sungguh-sungguh mencari kehendak Tuhan atas jodoh Anda.
Setelah kita menikah, Tuhan menginginkan kita hidup dalam kerukunan dan keharmonisan, supaya kita dapat memuliakan Allah termasuk di dalam pernikahan kita. Saling menerima, percaya, mengampuni dan mengerti adalah kunci untuk menjadi cocok. Saya yakin pernikahan yang bahagia bukan karena kita menemukan pasangan yang cocok, tetapi karena kita mau menjadi pasangan yang cocok.
Nah, di dalam pernikahan, salah satu faktor yang penting untuk harmonis dan cocok adalah komunikasi. Konflik kerap terjadi karena adanya komunikasi yang tidak sehat di tengah keluarga. Belajarlah untuk berbicara dengan intonasi yang lembut. Jangan gunakan nada-nada tinggi atau kata-kata kasar, sebab hal itu bisa menimbulkan ketegangan yang parah.
Komunikasi yang sehat juga berarti adanya keterbukaan dan kejujuran dalam soal apa pun, termasuk soal keuangan. Tidak ada yang ditutup-tutupi! Dan mari kembangkan kebiasaan untuk saling memuji antar anggota keluarga, agar kerukunan dapat terus terpelihara, karena di tengah kerukunanlah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya (Mzm. 133).
Doa: “Roh Kudus, mampukan kami untuk saling menerima, saling percaya, saling mengampuni, saling mengerti, juga saling memberkati, sehingga kerukunan keluarga kami terus terpelihara. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
