1 Tawarikh 29:17-18
1 Tawarikh 29:17a. “Aku tahu, ya Allahku, bahwa Engkau adalah penguji hati dan berkenan kepada keikhlasan.”
30 November 1996, Propinsi SzeChuan China, seorang bayi kecil yang kedinginan ditemukan di atas hamparan rumput. Di dada bayi ini ada kartu kecil bertuliskan, 20 November jam 12. Seorang pemuda miskin berusia 30 tahun begitu iba melihat anak kecil ini menangis dengan suara tangisan yang sudah mulai melemah. Dia memeluk bayi tersebut, menjadikannya anak, dan menamainya Yu Yuan. Ia hanya mampu memberi makan Yu Yuan dengan air tajin (air beras). Sejak kecil, anak ini tumbuh menjadi lemah dan sakit-sakitan. Tapi anak ini sangat penurut.
Sejak usia 5 tahun, dia sudah membantu papa mengerjakan pekerjaan rumah. Saat masuk SD, dia giat belajar dan menjadi juara di sekolah. Dia inigin membuat papanya yang tidak berpendidikan menjadi bangga di desanya.
Mei 2005, Yu Yuan mulai sering mengalami mimisan. Suatu pagi saat sedang mencuci muka, ia sadar bahwa air cuci mukanya sudah penuh dengan darah dan pendarahan itu tidak bisa dihentikan. Di RS, darahnya terus mengalir dan setelah diperiksa, dokter menyatakan Yu Yuan terserang leukemia ganas. Pengobatan sangat mahal dan Yu Yuan memaksa keluar dari perawatan RS. Anak 8 tahun ini mengatur pemakamannya dan berfoto dengan pose manis agar dapat dikenang oleh papanya. Seorang wartawan mengetahui keadaan ini dan menulis berita tentang Yu Yuan. Banyak orang tergugah dan hanya dalam 10 hari, berhasil tergalang dana sebesar 560.000 USD. Meski pengumuman sudah dihentikan, dana terus mengalir.
Sebelum meninggal pada 22 Agustus 2005, ia memberikan seluruh dana yang diperolehnya kepada lembaga yang menangani anak-anak tidak mampu yang adalah penderita leukemia. Surat wasiatnya bertuliskan, “Setelah saya meninggal, biaya pengobatan itu tolong bagikan kepada orang yang sakit seperti saya, biar mereka lekas sembuh.”
Adakah kita miliki hati yang rela berkorban bagi Tuhan, bagi keluarga kita, dan bagi sesama? Tuhan lebih dahulu berkorban untuk kita dengan sepenuh hatinya (full heart), apa pun yang kita lakukan tidak dapat membalasnya. (NK).
Doa: “Ya Allah, berilah kami hati yang rela untuk memberikan yang terbaik dari apa yang bisa kami berikan dan lakukan, seperti yang telah Engkau teladankan. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
