Hagai 1:1-8
Hagai 1:5. “Oleh sebab itu, beginilah firman TUHAN semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu!”
Karena sibuk dengan kepentingan mereka sendiri, orang Yahudi yang kembali dari pembuangan mengabaikan pembangunan rumah Allah yang memang sempat terhenti karena pertentangan dengan orang Samaria. Namun, mereka membangun rumah mereka dan memapaninya dengan kayu aras, sementara Bait Suci tetap menjadi reruntuhan. Tuhan yang berkuasa atas semesta alam, tetapi diabaikan umat-Nya; Tuhan yang bertakhta dalam kemuliaan, namun Rumah Tuhan menjadi reruntuhan.
Karena itu, Hagai menegur mereka dan menunjukkan kekontrasan antara kediaman mereka dengan kediaman Allah, antara waktu bagi mereka dan waktu bagi Allah. Masalah utama mereka sesungguhnya bukanlah masalah ekonomi, tetapi masalah hati mereka sendiri. Hagai menjelaskan bahwa masalah ekonomi yang mereka alami sebenarnya adalah akibat dari perbuatan mereka. Karena itu Hagai melanjutkan, “Oleh sebab itu, beginilah firman TUHAN semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu!” Ini merupakan seruan yang penting.
Bait Allah adalah pusat penyembahan dan tempat di mana Allah dan umat-Nya bertemu. Jadi, sikap mereka terhadap Rumah Allah menunjukkan kondisi relasi mereka yang buruk terhadap Allah. Mengabaikan Rumah Allah berarti mengabaikan Allah sendiri. Oleh karena itu, Allah menegur dan menghukum mereka, sehingga mereka tidak memperoleh berkat atas pekerjaan dan kehilangan sukacita di tengah kerja keras mereka
Hari ini, kita diingatkan untuk memperhatikan keadaan kita. Jangan-jangan masalah yang kita alami saat ini akibat dari dosa dan sikap yang mengabaikan Allah. Sehingga kita hidup seperti orang yang menaruh upah di sebuah pundi yang berlubang. Kerja keras dan lelah tetapi tidak menghasilkan apa-apa, malah justru kekurangan. Kita kehilangan sukacita dan damai sejahtera. Jika ya, bertobatlah dan bangunlah kembali hubungan Anda dengan Allah, maka Allah akan berkenan dan menyatakan kemuliaan-Nya.
Doa: “Ya Allah, ampuni kami yang telah berdosa dan mengabaikan Engkau. Sucikan dan kuduskanlah kami, agar perkenanan-Mu kembali nyata di dalam hidup kami. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
