
KITA DAN DUNIA
Galatia 6:11-18
Galatia 6:14. Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia.
Apa yang langsung terlintas dalam pikiran kita ketika mendengar kata salib? Kematian? Pengorbanan? Penderitaan? Ya, semua itu benar melekat dengan kata salib, sebuah proses kematian yang sangat mengerikan. Tuhan Yesus telah menanggung penderitaan yang begitu dalam dan berat untuk keselamatan kekal manusia. Penderitaan dan pengorbanan di kayu salib melahirkan sebuah kuasa yang memisahkan kita dengan dunia.
Setiap kita yang mengaku pengikut Kristus telah dipisahkan dari dunia. Dunia berarti segala sesuatu yang di luar kehendak Tuhan, semua yang berlawanan dengan Tuhan itu sendiri. Dengan demikian, orang percaya yang mengaktifkan kekuatan salib dalam hidupnya, maka dunia dengan segala gemerlap dan daya tarik semunya menjadi tidak menarik lagi. Selayaknya orang percaya tidak lagi mendambakan dan mencintai gaya hidup, nilai atau kehormatan dalam tolak ukur dunia.
Ketika kita menikmati keselamatan kekal dan telah disalibkan bersama Kristus, maka tidaklah mungkin di saat yang bersamaan, turut juga ambil bagian dalam kesenangan duniawi. Dalam hal ini yang dimaksud bukanlah kita tidak dapat menikmati hidup dalam anugerah di dunia ini, tetapi kesenangan duniawi yang akan menghidupkan keinginan daging, jelas akan berlawanan dengan kehendak Tuhan dan kebenaran-Nya. Oleh sebab itu, mari kita hidup dalam waspada dan berjaga-jaga agar jangan daya tarik dunia membawa kita keluar dari kerajaan dan kebenaran-Nya.
Ingatlah, apa yang Tuhan Yesus lakukan di kayu salib untuk memisahkan kita dari keduniawian. Dengan pengorbanan yang sedemikian besar di kayu salib, kita wajib hidup hanya bagi Kristus saja. Jangan sia-siakan apa yang telah Tuhan Yesus kerjakan di kayu salib.
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, ajar aku memisahkan diri dari keduniawian dengan kuasa salib-Mu. Amin.”
Bacaan Setahun: Lukas 1:26-38; Kisah Para Rasul 28:17-31; Mazmur 119:105-120; Bilangan 23.
GBI Pasir Koja 39 Bandung