SEMANGAT SEORANG MURID
Matius 11:25-30
Matius 11:29. “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.”
Menyikapi kehidupan yang penuh dengan tantangan seperti yang kita alami saat ini adalah dengan tetap dan terus memiliki semangat belajar.
“Raja Mobil” Henry Ford menyatakan siapa yang senantiasa belajar maka akan “awet muda”. Kita lihat bagaimana Samsung membangun kesuksesannya dengan melandaskan diri pada etos belajar. Demikian pula Jepang mampu menjadi negara industri yang maju paska kehancuran akibat Perang Dunia II. Semuanya ditopang oleh kemauan, keuletan yang keras pantang menyerah. Semangat integritas menjiwai segenap bangsa Jepang untuk belajar dan bekerja secara cepat dan tuntas.
Einstein menyatakan, bahwa hidup ibarat “sepeda”, di mana sepeda agar bergerak harus terus dikayuh. Demikian pula dengan kehidupan kita. Apakah kita lebih memilih pola pikir dan tindakan yang cenderung bermalas-malasan ataukah “asah gergaji”? Seorang motivator, Andrie Wongso mengatakan tak ada jalan rata guna meraih sukses. Kitalah yang menjadi “buldoser” guna meratakannya. Tentunya sebagai orang beriman, hal terakhir ini kita lakukan dengan mendasarkan pula kepada pertolongan Tuhan.
Sebagai anak-anak Tuhan, kita wajib memiliki semangat belajar sesuai dengan talenta yang Tuhan berikan. Tak ada kata terlambat untuk belajar. Tuhan Yesus mengajak kita untuk belajar dari-Nya yang rendah hati. Ketika kita mau belajar dari Tuhan Yesus dalam menghadapi kehidupan ini, kita akan merasa tenang.
Doa: “Tuhan Yesus, aku mau belajar dari Engkau dengan tetap berpaut pada firman-Mu. Kepatuhanku sebagai murid-Mu akan menjadikanku tenang. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung