ELIZABETH ELLIOT
Roma 8:28
Roma 8:28. “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”
Wanita ini lahir dengan nama Elisabeth Howard di Belgia pada tahun 1926. Keluarganya bermigrasi ke Amerika saat ia masih berusia beberapa bulan. Lahir dari orangtua yang juga seorang misionaris menuntun Elisabeth muda kepada panggilan Tuhan untuk melayani. Semasa hidupnya dia lebih dikenal dengan nama Elisabeth Elliot, mengambil nama keluarga suami pertamanya Jim Elliot yang menjadi martir saat menjadi misionaris di Ekuador, tepatnya saat melayani suku Auca, suku yang dikenal kejam dan belum seorang pun berhasil melakukan komunikasi dengan suku tersebut. Jim dan keempat temannya tewas dibunuh saat memasuki wilayah Auca. Sedih karena kehilangan suami terkasih dan harus membesarkan putrinya yang baru berusia 10 bulan, Elisabeth tetap melanjutkan pelayanan dengan suku Quichua Indian.
Namun pengorbanan Elisabeth tidak sia-sia, Tuhan membuka jalan yang tidak pernah disangka-sangka. Dua orang wanita dari suku Auca masuk dan hidup bersama suku Quichua Indian. Ia pun diajari bahasa suku tersebut oleh dua orang tersebut dan bersama seorang rekan misionaris Rachel Saint, Elisabeth pun membuka komunikasi dengan suku yang telah membunuh suaminya.
Bagaimana mungkin seorang istri yang suaminya dibunuh oleh suatu suku meneruskan pelayanan suaminya di tempat yang sama dan kepada orang-orang yang sama? Tiada lain tiada bukan hanyalah karena kasih Kristus dalam dirinya kepada mereka yang terhilang. Ia sangat mengerti tentang panggilan Allah yang Ia harus selesaikan. Kutipan dari Elisabeth Elliot yang menjadi favorit saya berbunyi demikian, “Untuk menjadi pengikut Kristus yang disalibkan, cepat atau lambat, kita akan mengalami perjumpaan pribadi dengan Salib. Dan Salib selalu berbicara tentang kehilangan.”
Kehilangan sesuatu atau seseorang yang kita kasihi tidak boleh menjadi alasan untuk kita berhenti melayani Tuhan dan mengasihi-Nya. Rencana Allah tidak hanya untuk dunia ini, namun rencana Allah selalu berujung kepada kekekalan.
Doa: “Roh Kudus, beri kami kasih Kristus dan kekuatan untuk tetap melayani dan mengasihi Tuhan, apa pun resiko dan keadaan yang harus kami hadapi. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung