WASPADA TERHADAP PENYESATAN
Matius 24:1-51
Matius 24:4. “Jawab Yesus kepada mereka: “Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!”
Penyesatan melalui pemalsuan menjadi ciri zaman akhir, kata itu muncul sebanyak empat kali dalam Matius 24, menekankan pada kita bahwa akhir zaman merupakan zaman penyesatan.
Sebagai orang percaya, kita harus memiliki pengetahuan yang benar tentang firman Tuhan sehingga dapat mengerti, mana ajaran yang sehat dan mana yang tidak. Untuk mengerti uang palsu, tentu kita harus tahu seperti apa uang yang asli. Beberapa hal sederhana yang dapat menjadi tolok ukur kita untuk mengetahui sebuah ajaran itu sesat atau tidak adalah:
Pertama dan yang utama adalah pengakuan bahwa Yesus adalah Tuhan dan satu-satunya Juruselamat. Ada anggapan bahwa semua agama sama saja atau Tuhan memang satu dan sama, hanya cara menyembahnya yang berbeda-beda. Itu tidak sesuai dengan iman Kristen, yang mempercayai bahwa Yesus adalah Tuhan dan satu-satunya Juruselamat manusia.
Kedua, menyatakan Alkitab adalah satu-satunya firman Tuhan yang tertulis dan tidak menambahi kitab suci lain sebagai pewahyuan baru. Alkitab tidak bisa salah karena diilhamkan oleh Allah sendiri dan Roh Kudus turut berperan dalam penulisannya. Karena itu, Alkitab tidak bisa salah dalam ajaran, maksud dan juga kalimat-kalimatnya (baik secara geografis, historis, maupun teologis). Alkitab cukup untuk menyatakan kehendak Allah dan tidak perlu ditambah atau dikurangi.
Ketiga, lihatlah buahnya. Pohon yang baik pasti menghasilkan buah yang baik. Pengajaran kasih karunia Allah yang benar pasti membuahkan pertobatan, yaitu tindakan mengakui dan meninggalkan dosa dan bukan melahirkan kompromi terhadap dosa.
Doa: “Roh Kudus, beri kami pengetahuan yang benar tentang firman Tuhan, agar kami tidak tersesat. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung