
INJIL MENGUBAH HIDUP
Kisah Para Rasul 8:26-31
Kisah Para Rasul 8:31. Jawabnya: “Bagaimanakah aku dapat mengerti, kalau tidak ada yang membimbing aku?” Lalu ia meminta Filipus naik dan duduk di sampingnya.
Di sini kita mendapati kisah tentang seorang sida-sida. Ia seorang yang terhormat, seorang pembesar di negerinya, dan menjadi orang kepercayaan Sri Kandake, ratu negeri Etiopia, yang ada kemungkinan merupakan penerus Ratu Seba, yang disebut ratu dari Selatan. Ia menjadi kepala perbendaharaannya.
Begitu besar kepercayaan yang diberikan ratu itu kepada dia, meski tampaknya orang ini adalah orang Etiopia dari Afrika, yang terletak di sebelah Selatan, di luar Mesir, sangat jauh dari Yerusalem. Orang-orang Etiopia itu dipandang sebagai orang yang paling rendah dan hina dari bangsa-bangsa, orang-orang kulit hitam, seolah-olah alam sudah menodai mereka. Akan tetapi, karena anugerah Ilahi, Filipus mengambil kesempatan baik ini untuk membukakan kepada dia rahasia besar Injil mengenai Yesus Kristus.
Filipus mengambil nats ini sebagai bacaan lalu memberitakan Injil Yesus kepadanya, sehingga hasilnya hanya dalam waktu yang begitu singkat dalam pertemuan di keretanya, sida-sida itu pun bertobat, dibaptis dan memeluk iman kepada Kristus.
Pekerjaan hamba-hamba Injil adalah memberitakan Yesus, dan inilah pemberitaan yang bisa berdampak baik. Sebab di dalam Kristus yang dahulu “jauh,” sudah menjadi “dekat”, sesuai dengan janji itu bahwa segala ujung bumi melihat keselamatan yang besar.
Doa: “Tuhan Yesus, beri keberanian kepada kami untuk memberitakan Injil keselamatan. Amin.”
Bacaan Setahun: Yakobus 4:1-10; 2 Tesalonika 1; Yeremia 42; Ezra 4.
GBI Pasir Koja 39 Bandung