CAHAYA
Matius 5:14-16
Yesaya 60:1. “Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.”
Apa yang terjadi ketika di malam hari, rumah Anda mendadak mati lampu? Ya, tentu saja Anda tidak dapat melihat apa-apa. Selebar apa pun Anda membuka mata, tidak akan ada sesuatu yang bisa Anda lihat. Lalu, bagaimana jika seseorang sedang berjalan di tengah lapangan dan matahari menyinari dengan terik, tetapi ia buta? Tentu, ia pun tidak dapat melihat, bagaimanapun teriknya cahaya menyinari. Jadi manusia dapat melihat jika ada cahaya dan matanya dapat menerima cahaya itu, di luar itu, hanya ada kegelapan.
Kegelapan tidak dapat diangkat atau dipindahkan seperti memindahkan sebuah barang. Namun, kegelapan hanya dapat disingkirkan dengan terang. Gelap tidak dapat bertahan saat terang itu ada.
Di dunia ini, begitu banyak orang yang berada dalam kegelapan. Ada dosa di dalam hidup mereka dan tidak terselesaikan, tidak dapat diangkat atau dipindahkan. Hanya satu yang dapat menyingkirkan kegelapan itu, yaitu terang. Mereka berbuat dosa karena belum mengenal atau menerima terang.
Terang itu adalah Tuhan Yesus Kristus. Kita telah menerima ‘Terang’ yaitu Tuhan Yesus Kristus, oleh sebab itu potensi berbuat dosa yang tadinya berada di dalam hidup kita digantikan oleh potensi kekudusan karena kasih anugerah Allah. Tuhan menghendaki kita untuk menjadi penerus terang itu dalam keadaan yang gelap.
Terang di tempat yang terang tidak akan bermakna, tetapi terang di tempat yang gelap akan mengubahkan. Marilah bangkit dan menjadi terang bagi dunia ini sehingga keselamatan dari Allah dapat sampai kepada bangsa-bangsa. Satu hal, bahwa kita dimampukan menjadi terang oleh ‘Terang’ yang sebenarnya yaitu Yesus Kristus Tuhan. Bersandarlah dan andalkan Dia di setiap waktu.
Doa: “Tuhan Yesus, kiranya hidup kami senantiasa bersinar dan menjadi terang di mana pun kami berada. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung