JANGAN LUPAKAN KEBAIKAN-NYA
Mazmur 103:1-22
Mazmur 103:2. “Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!”
Daud mengungkapkan rasa syukur dan pujian kepada Tuhan atas semua berkat yang telah dilimpahkan-Nya. Pemazmur mengingatkan kita untuk tidak sekali-kali melupakan kebaikan Allah atas kita. Seorang pemuji adalah orang yang tidak pernah gagal untuk berterima kasih atas berkat-berkat Allah atas hidupnya. Seorang penyembah adalah seorang yang tetap dapat melihat keindahan Allah meski di tengah badai.
Kejatuhan Adam ke dalam dosa mengakibatkan kita lahir sebagai manusia berdosa. Pengampunan Allah adalah berkat yang paling besar dan utama yang kita terima dari Allah. Melalui karya penebusan Kristus, kita ditebus dari kebinasaan dan hubungan kita dengan Allah pun dipulihkan. Kita menjadi ciptaan yang baru di dalam Dia. Kini kita menjadi seorang yang takut akan Allah memiliki kesadaran yang baru tentang dosa.
Takut akan Allah merupakan ketakutan yang memulihkan dan mendorong kita untuk bertobat, berbalik dari kejahatan, memelihara semua ketetapan Allah, dan berusaha untuk dekat dengan Allah dan kasih karunia-Nya. Allah menunjukkan belas kasihan-Nya kepada mereka yang sungguh-sungguh percaya dan takut akan Dia. Di tengah kesulitan, pergumulan bahkan kegagalan kita, ingatlah bahwa Ia adalah Bapa kita yang baik yang senantiasa mengasihi dan pasti akan menolong kita.
Dengan mengerti bahwa kita adalah produk kasih karunia, seseorang yang telah menerima berkat kasih karunia yang luar biasa besar dari Allah, maka kita selalu punya alasan untuk memuji dan menyembah Dia. Karenanya, pujilah Tuhan dengan segenap hati kita dan jangan lupakan segala kebaikan-Nya.
Doa: “Terima kasih Tuhan Yesus, Engkau sungguh amat sangat baik. Engkau telah menebusku, mengampuniku, menyembuhkan dan memulihkan hidupku. Engkau cukup buatku. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung