Bacaan Filipi 3:1-11
Filipi 3:10. “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,”
Bangkit berarti suatu keadaan bergerak dari keadaan diam. Bergerak dari keadaan tidur untuk bangun berdiri; dari keadaan duduk diam untuk bangun dan berjalan; dari keadaan merenung-renung menjadi aktif dalam bertindak; dan lain-lain pengertian yang kita dapat berikan.
Tuhan Yesus bangkit dari lubang kubur yang tidak dapat menahannya lebih lama lagi. Kuasa kematian yang menjadikan seluruh organ tubuh manusia berhenti berfungsi, tidak bisa melakukan apa-apa bagi Sang Pencipta yang memberikan nafas kehidupan itu. Tuhan Yesus bangkit untuk memberikan pengharapan kepada setiap orang percaya, bahwa pengalaman yang sama akan dialami juga, kalau ia setia sampai pada langkahnya yang terakhir. Maut tidak lagi menjadi sesuatu yang menakutkan bagi orang yang percaya, tetapi justru menjadikannya penuh dengan pengharapan, bahwa kebangkitan akan ia alami dan bertemu dengan Tuhannya kelak pada saat sangkakala dibunyikan.
Kebangkitan Kristus menjadikan hidup ini tidak sia-sia, dan sekedar mumpung atau menunggu, tetapi justru menjadikannya persiapan, kemana kita akan pergi setelah hidup ini. Kita makin menyadari, bahwa sementara kita masih hidup ini, kita harus mengisinya dengan hal-hal yang dikehendaki oleh Tuhan, dan bukan kehendak sendiri.
“Hidupku bukannya aku lagi, tetapi Kristus yang hidup di dalam aku.” Pernyataan ini harus kita laksanakan dalam kehidupan sehari-hari, untuk bertindak, berkata-kata seperti apa yang dikehendaki-Nya. “Carilah perkara yang di atas!” Haruslah menjadi kenyataan, bahwa bukan perkara lahiriah, uang, kehormatan, kesenangan diri sendiri yang kita cari, tetapi mencari perkara-perkara rohani, yang justru menjadi dasar yang kuat menghadapi segala tantangan hidup ini.
Berbahagialah Anda yang selalu memelihara posisi rohani yang “hidup” yang ditandai oleh pertumbuhan dan kemajuan dalam sikap, kata-kata dan perbuatannya sehari-hari.
Rasul Paulus mengatakan: Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya, (Filipi 3:10a). Kehendaknya ini menjadikan hidupnya tidak mengenal mundur, tetapi maju terus melaksanakan Amanat Agung Tuhan. Marilah kita melaksanakan tugas panggilan-Nya dengan setia melalui kuasa yang Ia berikan kepada kita, kuasa yang menjadikan kita senantiasa bangkit dan tidak pernah tidur atau malas.
Doa: “Kami pun rindu untuk lebih dalam lagi mengenal Engkau dan kuasa kebangkitan-Mu, Tuhan Yesus. Sehingga kami menjalani hidup kami dengan sebuah tujuan yang jelas, yaitu menjadi alat kemuliaan-Mu. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
