Renungan Harian (10 Juli 2016)

10BERUBAH

Roma 12:1-2

Roma 12:2. “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”

Semula Andrew adalah seorang yang bertemperamen kolerik yang didominasi oleh sifat negatifnya yaitu mudah marah. Dalam pengakuannya dia berkata: “Saya seringkali jengkel sama istri, karena dalam banyak hal dia itu tidak sesuai dengan kehendakku, misalnya, dalam masalah anak. Seringkali istriku itu menuruti kemauan anak. Terlalu longgar. Sementara saya tidak mau seperti itu, karena anak bisa jadi pemalas, hanya suka main, tidak mau belajar, Kalau sudah begitu, biasanya saya marahi istri saya. Celakanya, istri saya juga tidak mau kalah. Jadinya kami bertengkar. Kalau lagi marah-marah saya kadang sambil memukul atau menendang daun pintu kamar. Dalam segala hal begitu, bahkan untuk persoalan yang sepele sekalipun kami bertengkar. Begitu terus, berulang-ulang. Jadinya rumah saya seperti neraka.”

Sampai suatu kali dia bertemu dengan sahabatnya dan sahabatnya memberi saran agar Andrew berubah. Andrew berkilah, “Tapi, kelihatannya saya tuh sudah wataknya begini, Pak.” Namun sahabatnya meminta agar Andrew menghayati ayat firman Roma 2:2 yang kita baca hari ini. Kalau ingin melihat istrinya dan rumah tangganya berubah Andrew harus lebih dulu berubah.

Dalam kesaksiannya Andrew berkata, “Saya mendengarkan nasihat sahabat saya. Tanpa saya sadari, kemudian semua berubah setelah saya sendiri merubah diri saya. Saya yang dulunya emosional, mudah marah, dan selalu “memaksakan” istri saya menjadi seperti yang saya inginkan, kini menjadi saya seperti saya yang sekarang ini. Caranya adalah saya mencoba dan berusaha melihat segala sesuatunya tidak hanya dari sudut pandang saya sendiri, tetapi juga dari sudut pandang istri saya. Saya menjadi tidak emosional, tidak lagi memaksa istri mengikuti keinginan/selera saya. Saya tidak lagi negatif thinking, tetapi positive thinking.”

Demikianlah untuk mengubah orang lain, kita dululah yang harus mengalami perubahan. Berubahlah lebih dulu, maka semua yang lain akan berubah. Bahkan termasuk usaha, bisnis maupun keuangan kita. (NK).

Doa: “Terima kasih Tuhan karena mengingatkan kami hari ini, tolong kami untuk bisa berubah dari karakter buruk kami menjadi lebih baik, bahkan menjadi serupa seperti Kristus Yesus. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …