Matius 14:22-33
Matius 14:29. “Kata Yesus: “Datanglah!” Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.”
Pepatah bijak berkata “if you fail to plan, you plan to fail” yang artinya jika kita gagal membuat rencana itu berarti kita merencanakan kegagalan. Akan tetapi rencana kita itu akan diuji, baik oleh waktu maupun faktor-faktor yang lainnya. Dalam perenungan saya yang berkaitan dengan hal ini, saya sangat diberkati dengan tokoh Petrus. Sangat jelas sikap ketangguhan Petrus dalam merealisasikan apa yang ia inginkan, yaitu ingin mendatangi Tuhan Yesus, walau harus berjalan di atas air. Kisah itu jelas menggambarkan bahwa semua murid sangat kalut, karena badai yang sedang mengamuk ditambah lagi mereka didatangi sosok yang mereka kira hantu. Yang kemudian diketahui, bahwa ternyata adalah Yesus yang sedang berjalan di atas air.
Ini diluar harapan para murid, mereka mengharapkan tim SAR atau tim penyelamat dengan kapal yang lebih besar untuk menyelamatkan mereka, tapi malah penampakan hal yang sangat menakutkan. Berbeda dengan murid yang lain malah Petrus melangkah keluar dari perahu untuk mendatangi Yesus. Walaupun kita tidak tahu apakah tindakannya itu semata-mata hanya bermodal nekad saja atau hal yang lainnya. Faktanya, Petrus telah berjalan di atas air.
Itulah karakter Petrus yaitu seorang yang memiliki tempramen meledak-ledak yang suka ‘bertindak dahulu baru kemudian mikir’. Waktu saya tengelam dalam perenungan ini, saya membayangkan bahwa mendadak murid-murid sangat terperanjat saat melihat Petrus yang sedang keluar dari perahu dan sedang berjalan di atas air. Menurut standar keselamatan: jika sebuah perahu sedang diterpa oleh badai, maka setiap orang yang ada di dalam perahu seharusnya berpegang erat-erat pada sisi perahu supaya tidak tercampak keluar dan tenggelam di dalam laut. Namun, Petrus malah melakukan sebaliknya, ia menyengajakan dirinya keluar dari perahu.
Tekad Petrus begitu kuat, karena saat itu ia menemukan satu tujuan yaitu mendatangi Yesus. Akhirnya ia berjalan di atas air, tetapi ketika tujuannya (fokusnya) berubah setelah merasakan tiupan angin, Petrus pun mulai tenggelam. Dengan begitu kita dapat menarik pelajaran, bahwa fokus pada tujuan iman kita yaitu Yesus akan membuat kita “berjalan di atas air” walaupun ada halangan dan rintangan.
Doa: “Tolonglah kami ya Tuhan untuk memiliki tujuan (fokus) memandang kepada-Mu dalam perjalan iman ini sehingga kami kuat di tengah-tengah terpaan angin badai sekalipun. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
