Renungan Harian 10 April 2022

Renungan Harian 10 April 2022 - KASIH YANG MENGALIR DARI SALIB KRISTUS - Matius 27:39. Orang-orang yang lewat di sana menghujat Dia dan

Renungan Harian 10 April 2022

KASIH YANG MENGALIR DARI SALIB KRISTUS. Renungan Harian 10 April 2022

Matius 27:32-44.

Matius 27:39. Orang-orang yang lewat di sana menghujat Dia dan sambil menggelengkan kepala. Renungan Harian 10 April 2022

Di bukit “Tengkorak” di mana Yesus tergantung di kayu salib, tiga kali Yesus menerima ejekan dan olokan. Pertama dari para pemimpin Yahudi, kedua dari tentara-tentara yang memperebutkan jubah Yesus dan ejekan ketiga datang dari salah seorang penjahat yang turut disalibkan bersama Yesus. Ketiganya ditujukan kepada Yesus karena ketidakmampuan-Nya menyelamatkan diri-Nya sendiri.

Orang banyak tidak dapat menerima bahwa Sang Mesias harus mati di kayu salib. Tindakan mereka itu hanya terpusat kepada keselamatan fisik. Yesus memang telah membuktikan bahwa Ia mampu membebaskan rakyat Yahudi dari berbagai masalah sosial seperti penyakit dan pangan. Namun, mengapa sekarang Ia tidak berdaya dan tergantung di kayu salib? Jika demikian Ia bukanlah Mesias yang dinanti-nantikan. Ketika tergantung di kayu salib dalam “kelemahan-Nya”, Yesus menegaskan bahwa tujuan-Nya datang ke dunia dan mati di kayu salib bukan untuk keselamatan manusia secara fisik.

Sebaliknya kematian-Nya memberikan makna dan tujuan baru bagi kehidupan manusia. Kematian-Nya pun mengungkapkan betapa berharganya jiwa manusia di mata-Nya. Kematian Yesus adalah karya-Nya yang terbaik buat manusia yang terburuk, agar mereka menerima anugerah yang terbesar yaitu keselamatan kekal. Hal luar biasa yang dibayar dan diperoleh dengan susah payah oleh Kristus melalui kematian-Nya adalah pengampunan dosa bagi kita.

Doa: “Terimakasih untuk semua pengorbanan-Mu sehingga kami diselamatkan. Amin.”

Bacaan Setahun: Yosua 15-16; Lukas 7:1-35.

Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini  

[DISPLAY_ULTIMATE_SOCIAL_ICONS]

Doa: “Terimakasih untuk semua pengorbanan-Mu sehingga kami diselamatkan. Amin.” 

ebaliknya kematian-Nya memberikan makna dan tujuan baru bagi kehidupan manusia. Kematian-Nya pun mengungkapkan betapa berharganya jiwa manusia di mata-Nya. Kematian Yesus adalah karya-Nya yang terbaik buat manusia yang terburuk, agar mereka menerima anugerah yang terbesar yaitu keselamatan kekal. Hal luar biasa yang dibayar dan diperoleh dengan susah payah oleh Kristus melalui kematian-Nya adalah pengampunan dosa bagi kita.

 

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …