2 Korintus 11:1-15
2 Korintus 11:14. “Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblis pun menyamar sebagai malaikat Terang.”
Siang itu saya cukup dikejutkan dengan postingan seorang hamba Tuhan muda yang sedang cukup naik daun dengan karunia-karunia Ilahi yang menyertai setiap pelayanannya. Ia memposting wajah seorang hater dan bahkan menantang sang hater tersebut untuk perang argumen di akun sosial media miliknya. Hater adalah julukan bagi orang yang membenci orang lain dan mewujudkan kebenciannya dengan menjatuhkan yang ia benci dengan fitnahan, ejekan, cemooh dll.
Tindakan beliau dengan memposting foto serta nama sang hater kontan mendapat reaksi yang ramai. Yang kontra mengingatkan sang hamba Tuhan untuk tidak membalas perbuatan sang hater dengan tindakan yang sama, dan justru harus mengampuni. Yang pro sebaliknya menyemangati tindakan beliau dan bahkan ikut mengata-ngatai sang hater. Dan saya termasuk yang kontra alias tidak menyetujuinya. Mengapa? Karena jelas Alkitab mengajarkan kita untuk membalas kejahatan dengan kebaikan. Tuduhan sang hater, bahwa hamba Tuhan tersebut adalah antikris mestinya cukup dibungkam dengan buah roh yang keluar dari karakternya, serta jiwa-jiwa yang ia bawa kepada Tuhan Yesus lewat pelayanannya.
Penyesatan selalu ditandai dengan penyamaran. Umat Kristen harus berhati-hati terhadap nabi ataupun rasul palsu, sebab Iblis pun bisa menyamar sebagai malaikat terang (2 Kor. 11:14-15). Sebagaimana para ahli sihir Mesir mencoba meniru tulah yang Tuhan laknatkan kepada Mesir (Kel. 7:22; 8:7), maka “tidaklah mustahil” para nabi palsu juga bisa melakukan berbagai tanda dan juga mujizat (bnd. Mat. 23:24; Kis. 8:9-13).
“Dari buahnyalah engkau akan mengenal mereka,” merupakan kunci untuk mendeteksi nabi palsu atau ajaran sesat (Mat. 7:20). Istilah buah berkaitan dengan seluruh dan sepanjang hidupnya. Seperti sebuah pohon akan menghasilkan buah yang sama di sepanjang masa kehidupannya. Tidak hanya lewat perbuatan baik yang sesekali ia tunjukkan, tetapi juga lewat karakter dan gaya hidupnya setiap hari.
Berhati-hatilah jangan sampai kita dibuat terkesima dengan “karunia” yang tidak disertai dengan buah roh yang terpancar lewat karakternya.
Doa: “Roh Kudus, jagai kami agar kami tidak tersesat dalam pengiringan kami mengikut Kristus. Mampukan kami untuk membedakan mana yang dari Engkau dan mana yang bukan. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
