MENYIMPAN DALAM HATI
Lukas 1:46-55
Lukas 1:38. “Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.”
Dalam hidup ini bisa saja sesuatu yang datang merupakan berkat, sekaligus juga musibah. Maria ibu Yesus menghadapi dilema yang datang dalam kehidupannya. Baginya yang datang dalam hidupnya entah merupakan berkat atau musibah terbesar. Seorang gadis harus hamil di luar nikah, dimana resiko pada saat itu ia bisa dihukum rajam. Dan banyak peristiwa selanjutnya yang sukar dimengerti oleh seorang Maria.
Hal berikut membuat Maria berbangga, karena ia terpilih menjadi ibunya Tuhan sekalipun dalam ketidakmengertian. Lukas 1:41-43. Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, …. dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru ….: “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Namun, Lukas 2:34 mencatat sebuah nubuatan yang menyakitkan, bahwa Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan, dan suatu pedang akan menembus jiwanya sendiri.
Apa yang dilakukan Maria? Lukas 2:19 dan 51, mencatat Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. Itulah kekuatan seorang wanita, tidak protes, namun lebih banyak merenungkan dalam hati, lebih banyak bertanya pada Tuhan dalam doanya. Selanjutnya yang terjadi adalah ia menyaksikan anaknya yang dikasihinya disiksa dan tergantung di kayu salib.
Kisah Para Rasul 1:14, mencatat Maria sebagai murid Kristus yang setia, yang bertekun dan sehati berdoa di ruang atas, menanti janji Tuhan akan turunnya Roh Kudus bersama dengan para murid dan saudara-saudara Yesus. Tidak ada satupun keluhan Maria tercatat di Alkitab. Maria tetap memilih percaya dan tetap dalam rencana Tuhan. Maria tetap Maria, seorang wanita biasa namun memiliki kepasrahan pada rencana Allah.
Doa: “Ya Bapa, kami mau berserah di dalam kekuatan-Mu dan percaya sepenuhnya hanya kepada-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung