
TERUS DIBENTUK
Yeremia 18:1-17
Roma 12:2. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Seorang tukang periuk sedang mengerjakan tanah liat pada roda. Dia sedang membuat periuk dari tanah liat, tetapi ada sesuatu yang kelihatan tidak baik pada periuk itu. Jadi, ia kembali memakai tanah liat itu dan membuat periuk yang lain. Dia memakai tangannya membentuk periuk sesuai dengan kemauannya. Tukang periuk akan memproses setiap bagian. Ia tidak akan puas memperbaiki karyanya dari semua sisi dan sudut sampai sempurna menyerupai yang diinginkannya.
Kita seperti tanah liat di tangan Allah. Dibentuk agar sesuai dengan keinginan Allah. Kita harus berubah oleh pembaharuan budi, sehingga kita dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Ayat ini mengarahkan supaya kita mengalami perubahan melalui pembaharuan budi yang terus menerus, sehingga kita benar-benar mengerti kehendak Allah yang sempurna untuk kita. Bukan perubahan satu atau dua kali saja tetapi terus menerus. Ini diperlukan agar kita bisa menjadi serupa dengan Kristus.
Seperti halnya di dalam keluarga, orang tua menetapkan pola asuh berupa aturan dan nilai bagi anak-anak mereka. Pastinya ini dibuat supaya anak-anak mereka kelak menjadi pribadi yang lebih baik. Terlepas apa pun aturan dan nilai yang ditetapkan oleh orang tua kepada anak-anak mereka, semuanya memiliki tujuan baik. Begitu juga di dalam kehidupan kita sebagai orang percaya, firman Tuhan haruslah menjadi pegangan atau pedoman hidup kita, agar semakin hari kita semakin serupa dengan Kristus.
Bukankah orang percaya diharapkan menjadi serupa dengan Kristus? Oleh sebab itu, mari kita terus melakukan perubahan budi agar kehendak Allah semakin sempurna dalam hidup kita.
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, aku mau dibentuk sesuai kehendak-Mu. Amin.”
Bacaan Setahun: Yohanes 16:12-15, Filipi 2:19-3:1a, Yeremia 13, 1 Tawarikh 11-12.
Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini
GBI Pasir Koja 39 Bandung